"Ini sebagian (korban menempati) tanah KAI. Jadi nanti kita bantu lah. Karena kita tidak bisa gunakan dana APBD," kata Risma usai mengunjungi korban di penampungan sementara Kampung Ilmu, Rabu (10/7/2019).
Risma menambahkan, saat ini pemkot sedang melakukan pendataan rumah susun (rusun) yang kosong agar nantinya bisa ditempati para korban. Rencananya para korban yang akan ditempatkan di rusun yakni yang satu rumah tapi dihuni 2 sampai 3 KK.
"Di Penjaringan Sari ada yang kosong. Ya nanti (menempati) sebanyak itu. Tadi ada 16 rumah (terbakar) tapi diisi 42 KK. Nanti sisanya baru kita ambil dan kita tempatkan di rumah susun," tutur Risma.
"Ini makanya masih didata. Karena ada yang nggak mau karena mau nungguin orang tuanya yang sudah sepuh. Tadi kan harus dihitung ada yang satu rumah yang dihuni 2 KK 3 KK. Biasanya yang 2 KK itu nggak mau karena harus nungguin orang tuanya itu nanti masih di data," Risma menambahkan.
Ketua RW 2 Margorukun Eko Andriani menjelaskan saat ini pendataan korban kebakaran sudah hampir selesai. Namun beberapa KK masih enggan meninggalkan rumah yang terbakar.
"Insyaallah pendataannya sudah selesai semua. Aslinya ada 42 KK tapi yang 5 KK itu masih ikut anaknya karena masih mencari barang-barang berharga seperti emas, perhiasan dan lain-lain (di rumah yang terbakar)," ujar Eko.
"Kami berterima kasih kepada Bu Risma yang telah memfasilitasi kita lebih baik. Dan karena yang ditempati tanah KAI nanti juga akan dibantu secara pribadi oleh Bu Risma," lanjut Eko.
"Rencana kita langsung secepatnya (tinggal di rusun). Saya nggak tega kalau mereka tinggal lama-lama di Kampung Ilmu (penampungan). Karena tadi Bu Risma sudah memfasilitasi besok diusahakan sudah dapat tempat," pungkas Eko.










































