Ketua PDIP Surabaya Adi Sutarwijono, dari Jurnalis Jadi Politisi

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 09 Jul 2019 13:33 WIB
Adi Sutarwijono bersama Whisnu Sakti Buana (Foto: Istimewa)
Surabaya - DPP PDI Perjuangan menugaskan Adi Sutarwijono untuk menjadi Ketua DPC PDIP Kota Surabaya. Ia meneruskan kiprah Whisnu Sakti Buana, ketua lama. Keputusan itu ditolak sejumlah pihak, namun tak sedikit pula yang mendukung. Siapa sosok Adi Sutarwijono?

Awi, sapaan akrab Adi Sutarwijono, dikenal sangat mudah berkomunikasi dengan siapa pun. Dia mudah diakses. Ditelepon atau dihubungi lewat aplikasi perpesanan instan seperti WhatsApp, mesti direspons.

"Karena menjadi petugas PDI Perjuangan di struktur partai maupun legislatif, haruslah membuka diri terhadap siapa pun," ujar Awi, Selasa (9/7/2019).

Awi adalah alumnus Ilmu Politik,FISIP,UniversitasAirlangga. Dia sempat berkiprah menjadi wartawan Harian Surya, salah satu koran di Jawa Timur. Kemudian berlabuh ke Majalah Tempo hingga 2003, sebelum akhirnya aktifdiPDIP.pdip

Saat pergolakan PDI Pro-Mega tahun 1996, Awi dikenal memberikan dukungan melalui pemberitaan di Harian Surya. Dukungan sama juga dilakukan saat gerakan reformasi.

"Bagi kami para wartawan, perspektif kerakyatan harus dibangun dalam tulisan," ujar Awi.

Di PDI Perjuangan, mentor utama Adi Sutarwijono adalah Bambang DH, Ketua DPP PDIP.

"Mas Bambang DH yang merekrut saya masih PDI Perjuangan, akhir 2003, saat beliau menjadi Walikota Surabaya. Beliau yang membimbing saya, menggembleng dan mendidik saya," kata Awi.

Bambang DH dikenal Adi tahun 1996, ketika menjadi wartawan Harian Surya. Bambang DH kala itu menjadi salah satu narasumber penting Awi sebagai wartawan.

"Kami sering bertemu di Posko Pandegiling, ketika gerakan PDI Pro-Mega di Jawa Timur dipimpin almarhum Bapak Ir. Sutjipto. Dan, Mas Bambang DH adalah salah satu inisiator gerakan melawan rezim Orde Baru," kenang Awi.

Karakter sebagai wartawan yang egaliter itu terbawa setelah dia dilantik anggota DPRD Kota Surabaya, 2012, melalui Pergantian Antar Waktu.

Sebagai anggota DPRD, ia aktif menyelesaikan problem-problem pembangunan di masyatakat, terutama di daerah pemilihannya. Seperti perbaikan jalan, saluran air, dan lampu jalan.

Dia juga responsif ketika warga menghadapi persoalan, seperti saat tahun ajaran baru sekolah, sakit di rumah sakit, atau membutuhkan ambulans secara cepat.

Dia aktif mengonsolidasi kekuatan PDIP dan jaringan sosial di Dapil-nya. Akibat kerja-kerja intens itu, dalam Pemilu 2014, perolehan kursi PDIP untuk DPRD Kota Surabaya di Dapil 3 kawasan Surabaya Timur melonjak 200 persen. Dari 1 kursi hasil Pemilu 2009, menjadi 3 kursi di Pemilu 2014 dan mempertahankannya pada Pemilu 2019.

"Dapil 3 Kota Surabaya Timur semula menjadi 'daerah gersang' suara PDIP. Kini, telah berubah menjadi basis penting PDIP. Dalam Pemilu 2019, suara Jokowi-KH Maruf Amin menang telak di Dapil 3," cerita Andhy Puryanto, Ketua PAC PDIP Kecamatan Rungkut.


Awi juga berkontribusi aktif memenangkan Risma-Bambang DH dalam Pilkada Kota Surabaya tahun 2010. Saat itu Risma-Bambang DH menang 16 kecamatan, sedang lawannya Arif Afandi-Adies Kadis, menang di 15 kecamatan.

Dari 16 kecamatan itu, Risma-Bambang menang di 5 kecamatan Dapil 3 yang merupakan basis Adi Sutarwijono. Dari 28 kelurahan di Dapil 3, Risma-Bambang DH menang di 27 kelurahan.

Dalam catatan media, Awi juga selalu terlibat dalam tim pemenangan PDIP sejak Pemilu dan Pilpres 2004, Pilkada Kota Surabaya 2005, Pilgub Jatim 2008, Pemilu dan Pilpres 2009, Pilkada Kota Surabaya 2010, Pilkada Jatim 2013, Pemilu dan Pilpres 2014, Pilkada Kota Surabaya 2015, Pilkada Jatim 2018 dan Pemilu dan Pilpres 2019.

"Di era Mas Whisnu memimpin DPC Kota Surabaya, saya ditugasi menjadi wakil ketua bidang pemenangan Pemilu, sekaligus Kepala Bappilu," tandas Awi.

Simak Video "Main Korek Api, Dua Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/iwd)