Penunjukan Ketua DPC PDIP Surabaya Ada Intervensi, Ini Jawaban Adi Sutarwijono

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 08 Jul 2019 22:39 WIB
Whisnu Sakti Buana dan Adi Sutarwijono (Foto: dok. Istimewa)
Surabaya - Adi Sutarwijono menepis keputusan penugasan dirinya dari DPP sebagai pimpinan DPC Surabaya hasil intervensi. Sebab, menurutnya, keputusan partai berlambang banteng moncong putih itu merupakan kolektif-kolegial.

"Menurut saya, kepemimpinan partai itu bersifat kolektif-kolegial. Jadi menurut saya, (keputusan) sifatnya itu kolektif-kolegial," kata Adi kepada detikcom, Senin (8/7/2019).

Pria yang akrab disapa Awi itu menuturkan aturan mengenai kewenangan di masing-masing tingkat mengajukan calon. Kewenangan itu, menurut Awi, sudah tertuang pada aturan partai nomor 28 tahun 2019.

"Jadi, kalau menurut peraturan partai nomor 28 tahun 2019, yang mengatur konsolidasi partai di tingkat DPC dan DPD itu diatur kewenangan masing-masing tingkat. Tingkat PAC, tingkat DPC, dan tingkat DPD itu diberi kewenangan untuk mengusulkan," terang Awi.


"Di dalam rakercab PDIP Kota Surabaya beberapa waktu yang lalu, PAC memang mengusulkan Mas Whisnu. Hanya satu nama, tunggal Mas Whisnu. Kemudian DPC dalam rapat internalnya mengusulkan lima nama, yakni Mas Whisnu, Syaifuddin Zuhri, Agustin Poliana, Sukadar, dan Pak Untung," tutut Awi.

Lalu bagaimana namanya bisa masuk dan siapa yang mengusulkan? Awi mengaku tidak tahu-menahu penetapannya di konfercab. Namun ia sempat mendengar namanya masuk di tingkat DPD PDIP Jatim, tapi sebatas lisan.

"Tingkat DPD itu mengusulkan sejumlah nama. Yang saya dengar karena saya nggak tahu dokumennya, nama saya sama Pak Baktiono juga diusulkan oleh DPD," ungkapnya.

"Saya nggak tahu dokumennya karena saya dengar lisan saja. Sedangkan kewenangan mengusulkan ada di DPP. Nah, pada pasal 44 nomor peraturan PDIP nomor 28 tahun 2019 itu ditetapkan DPP PDIP berwenang bisa memutuskan calon-calon ketua DPC dan DPD di luar yang diusulkan DPC dan DPD," Awi menegaskan.


Sebelumnya, DPP PDIP menugaskan Adi Sutarwijono menggantikan Whisnu Sakti Buana, yang sudah 10 tahun menempati pimpinan Ketua DPC Kota Surabaya dalam konfercab yang digelar di Empire Palace.

Meskipun Adi Sutarwijono telah ditetapkan DPP, sejumlah PAC PDIP di Surabaya menolak karena namanya bukan yang diusulkan sebelumnya. Sejumlah PAC kemudian menuding penetapan Adi Sutarwijono merupakan hasil intervensi Ketua Bappilu PDIP Bambang DH.

Simak Video "Penampakan Desa 'Miliarder' di Tuban yang Warganya Borong 176 Mobil"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)