detikNews
Senin 08 Juli 2019, 16:17 WIB

Hore! 5 SMPN Kota Mojokerto Buka PPDB Sistem Zonasi Gelombang II

Enggran Eko Budianto - detikNews
Hore! 5 SMPN Kota Mojokerto Buka PPDB Sistem Zonasi Gelombang II SMPN 5 Kota Mojokerto/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Ada 204 calon siswa di Kota Mojokerto yang tidak diterima di SMP Negeri pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada 2-5 Juli 2019. Kini mereka perlu risau karena 5 SMPN di Kota Onde-onde membuka pendaftaran gelombang kedua untuk menampung ratusan siswa tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Amin Wachid mengatakan, jumlah siswa yang lulus Sekolah Dasar (SD) sederajat tahun ini mencapai 2.040 siswa. Sementara 9 SMPN yang ada hanya mampu menampung 2.048 siswa.

Kuota tersebut, lanjut Amin, tentunya tak sepenuhnya menampung lulusan SD sederajat yang tercatat sebagai warga Kota Mojokerto. Dari 2.019 siswa yang diterima di 9 SMPN melalui pendaftaran gelombang pertama, 1.565 anak warga Kota Mojokerto. Sedangkan 454 siswa dari luar kota.

Dengan rincian 1.393 siswa diterima melalui jalur zonasi, 23 siswa jalur prestasi kejuaraan, 100 siswa jalur prestasi USBN, serta 49 siswa jalur kelas olahraga.

Sementara 454 siswa dari luar kota Mojokerto, 265 diterima melalui jalur zonasi, 31 siswa jalur prestasi kejuaraan, 87 siswa jalur prestasi USBN, 47 siswa jalur kelas olahraga, serta 24 siswa jalur kepindahan tugas orang tua.


"Masih ada 204 siswa warga Kota Mojokerto yang belum diterima di SMP Negeri. Atas berbagai keluhan masyarakat yang masuk, kami gelar RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan DPRD Kota Mojokerto," kata Amin saat berbincang dengan detikcom di kantornya, Jalan Benteng Pancasila, Senin (8/7/2019).

Setelah menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan dewan, lanjut Amin, pihaknya memutuskan untuk menambah kuota siswa baru dan membuka pendaftaran gelombang kedua. Keputusan ini juga didasari Pasal 14 Permendikbud No 51 tahun 2018 tentang PPDB.

"Penambahan pagu dibolehkan sepanjang setiap sekolah menerima tak lebih dari 11 kelas untuk siswa baru. Serta setiap kelas maksimal 32 siswa. Rata-rata SMPN di Kota Mojokerto masih menerima 7 sampai 9 kelas untuk siswa baru," ujarnya.

Penambahan pagu tersebut, kata Amin, hanya diterapkan di 4 sekolah. Yaitu SMPN 1, SMPN 4, SMPN 5 dan SMPN 9. Menurut dia, keempat sekolah negeri itu masing-masing membuka pendaftaran gelombang kedua untuk mengisi satu kelas atau 32 siswa. Dia memastikan keempat sekolah siap dengan ruang kelas kosong.

Pendaftaran gelombang kedua juga dibuka di SMPN 6 Kota Mojokerto. Hanya saja pendaftaran di sekolah ini untuk mengisi kekurangan 28 siswa pada pendaftaran gelombang pertama. Dengan begitu, pendaftaran gelombang kedua dibuka di 5 SMPN untuk menampung 156 siswa.


"Pendaftaran gelombang kedua kami buka besok, 9 Juli 2019 mulai pukul 08.00 sampai 13.00 WIB. Hasilnya kami umumkan 10 Juli pukul 08.00 WIB," terangnya.

Amin menegaskan, pendaftaran gelombang kedua hanya untuk menerima siswa warga Kota Mojokerto yang gagal diterima di sekolah manapun pada pendaftaran gelombang pertama. Oleh sebab itu, para siswa yang mendaftar wajib menggunakan PIN yang didapatkan saat mendaftar gelombang pertama.

"Pada gelombang kedua ini tetap kami terapkan sistem zonasi," tegasnya.

Dengan demikian, pendaftaran gelombang kedua tetap tak bisa menerima keseluruhan 204 siswa warga Kota Mojokerto yang gagal diterima di SMPN pada pendaftaran gelombang pertama. Amin berjanji akan mengupayakan 48 siswa yang gagal diterima pada gelombang kedua untuk menggantikan siswa yang tidak melakukan daftar ulang.

"Rata-rata setiap tahun sekitar dua persen siswa yang tidak mendaftar ulang. Biasanya pindah ke sekolah swasta atau mondok di pesantren," pungkasnya.




Tonton Video Meski Tuai Pro-Kontra, Perpres PPDB Sistem Zonasi Segera Dikukuhkan:

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Barang Impor Ilegal Miliaran Rupiah di Surabaya Dimusnahkan"
[Gambas:Video 20detik]

(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com