Ini Cara Jasa Marga Tekan Angka Kecelakaan di Tol Ngawi-Kertosono

Sugeng Harianto - detikNews
Kamis, 04 Jul 2019 17:45 WIB
Razia kondisi ban di Tol Ngawi-Kertosono/Foto: Sugeng Harianto
Madiun - Kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di ruas Tol Ngawi-Kertosono. Untuk menekan angka kecelakaan, PT Jasa Marga Ngawi-Kertosono (JNK) menggelar razia kelayakan ban.

Bersama PJR Polda Jatim dan Dinas Perhubungan, PT JNK melalui PT Jasa Marga Tolroad Operator (JMTO) menggelar Pekan Keselamatan Transportasi dan Batas Kecepatan.

"Ini sebagai langkah Jasa Marga untuk menekan kecelakaan pengguna jalan tol. Utamanya ruas Ngawi-Kertosono," kata Manager Area PT Jasa Marga Tolroad Operator (JMTO) Sabilillah kepada wartawan di Rest Area Tol KM 626 Saradan, Kamis (4/7/2019).

Dalam razia tersebut, petugas gabungan menyasar kendaraan besar. Pelanggaran yang menjadi sorotan, lanjut Sabillilah, mulai dari kondisi ban yang tidak layak hingga soal kecepatan saat berkendara di tol.


"Intinya tujuan kita dalam razia ini lebih mengutamakan sosialisasi keselamatan pengendara di ruas tol. Kita lakukan cek kondisi ban truk muat yang tidak layak agar diperhatikan. Selain itu kita pantau pengendara dalam batas kecepatan maksimum dan minimum dengan menggunakan speed gun," imbuhnya.

Menurut Sabillilah, ban pecah menjadi penyebab 50 persen kecelakaan yang terjadi di Tol Ngawi-Kertosono. Kemudian 34 persen karena mengantuk dan sisanya human error.

"Kalau rata-rata sehari kendaraan yang melintas ruas Tol Ngawi-Kertosono itu sekitar 16.200. Kemudian yang keluar di tiga exit yang ada rata-rata 6.100 kendaraan dalam sehari. Dari jumlah itu angka kecelakaan sekitar 2 persen," paparnya.

Sabillilah menambahkan, selain razia kondisi ban serta kecepatan kendaraan, Jasa Marga juga menempelkan stiker tanda menyala malam hari pada body belakang kendaraan bermuatan.


Itu dilakukan karena kerap terjadi kecelakaan pada malam hari, yang disebabkan rambu untuk berjalan lambat, tidak tidak jelas terlihat oleh kendaraan di belakangnya.

"Sering kejadian kendaraan besar berjalan lambat di ruas yang gelap dan kita pasang stiker reflektif agar bisa terlihat oleh kendaraan di belakangnya," lanjutnya.

Untuk kenyamanan para pengendara, Jasa Marga juga mengoperasionalkan kendaraan patroli di setiap jarak 15 km sepanjang ruas Tol Ngawi-Kertosono. Saat ini, jumlah kendaraan patroli yang beroperasi di ruas Tol Ngawi-Kertosono sebanyak enam unit.

Kanit PJR Jatim VI Sat PJR Polda Jatim AKP Bambang Hariyono mengatakan, jumlah korban meninggal selama 2019 hingga bulan Juni tercatat 17 jiwa. Sedangkan korban luka berat mencapai 31 orang dan luka ringan 119 orang.

Simak Video "Menikmati Suasana Romantis di Wisata Air Kalimas Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/bdh)