Tanggapan Bupati Arifin Soal Hepatitis Merebak di Trenggalek

Adhar Muttaqin - detikNews
Rabu, 03 Jul 2019 18:33 WIB
Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin/Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin menanggapi merebaknya kasus Hepatitis di wilayahnya. Pihaknya mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terlebih saat melakukan kunjungan di daerah yang telah dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB).

Ditemui wartawan di Pendapa Trenggalek, Bupati Arifin mengatakan, saat ini Dinas Kesehatan Trenggalek telah diturunkan melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan sehingga sebaran Hepatitis tidak semakin meluas.

"Untuk sementara ini yang saya ketahui masih cukup terkendali, artinya masih di wilayah Panggul dan Dongko. Nah semoga dengan gerak cepat dari tim kesehatan kasus tersebut tidak sampai menyebar ke daerah-daerah lain," kata Bupati Arifin saat dikonfirmasi, Rabu (3/7/2019).

Dia menjelaskan, dalam penanganan kasus Hepatitis pihaknya telah memberikan instruksi kepada seluruh jajaran kesehatan di lingkup Dinas Kesehatan untuk secara intensif melakukan penanganan. Sehingga pasien yang dirawat bisa benar-benar sembuh.


"Biasanya penyakit Hepatitis itu setelah ditangani secara tepat dua hari sudah menunjukkan tanda-tanda membaik. Terkadang saat sudah mulai membaik, pasien minta pulang, nah ini yang kami cegah," ujarnya.

Bupati meminta penanganan dilakukan lebih maksimal dan menahan pasien agar benar-benar membaik, sehingga saat pulang tidak menjadi "carrier" atau penyebar virus tersebut.

"Kami tidak ingin, ketika agak mendingan sudah pulang dan sampai di rumah berbagi alat makan sehingga menular pada yang lain. Makanya pastikan dulu kondisi pasien benar-benar membaik, baru diizinkan pulang," jelasnya.

Orang nomor satu di Pemkab Trenggalek ini juga mengimbau warganya yang berada di wilayah berbatasan dengan Pacitan lebih meningkatkan kewaspadaan. Sebab proses penyebaran virus Hepatitis bisa terjadi melalui berbagai media, termasuk alat makan dan minum.


"Tidak masalah berinteraksi dengan warga Pacitan, hanya saja harus lebih waspada karena di sana sudah KLB, kuncinya dengan melakukan pembiasaan hidup sehat," imbuhnya

Sementara itu dari data yang dihimpun detikcom dari RSUD dr Soedomo dan Dinkesdalduk KB Trenggalek jumlah penderita Hepatitis selama satu semester terakhir mencapai 490 orang, dengan rincian 334 dirawat di RSUD dan 156 dirawat di puskesmas. Dari jumlah tersebut empat diantaranya meninggal dunia.



Simak Juga 'Kemenkes Terjunkan Tim Tangani Wabah Hepatitis A di Pacitan':

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Rumah Megah Milik Kyai di Madiun yang Jadi Tempat Wisata Religi"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)