detikNews
Rabu 03 Juli 2019, 15:41 WIB

Ratusan Jemaah Haji di Mojokerto Diisukan Fiktif, Ternyata Pindah Alamat

Enggran Eko Budianto - detikNews
Ratusan Jemaah Haji di Mojokerto Diisukan Fiktif, Ternyata Pindah Alamat Calon jemaah haji/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Sebanyak 200 lebih calon jemaah haji di Mojokerto diisukan fiktif. Rupanya ratusan jemaah tersebut hanya pindah tempat tinggal.

Adanya isu ratusan jemaah haji fiktif dibenarkan Kepala Kantor Kemenag Mojokerto Barozi. Menurut dia, isu tersebut beredar karena telah dimuat di salah satu media lokal.

"Tidak ada jemaah haji fiktif. Data calon jemaah haji yang masuk ke kami semuanya nyata, dokumennya sah, orangnya juga ada. Akan tetapi mereka tidak melakukan pelunasan dengan berbagai alasan," kata Barozi kepada wartawan di kantornya, Jalan RA Basuni, Rabu (3/7/2019).

Ia menjelaskan, Kabupaten Mojokerto mendapatkan kuota 2.138 jemaah haji tahun ini. Dari jumlah itu, 343 jemaah sampai saat ini tidak melakukan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).


"Jemaah haji yang kami berangkatkan tahun ini 1.818 jemaah. Yang tidak melunasi setelah kami hubungi ada yang sakit, ada yang tunda berangkat, alamatnya pindah. Akan kami hitung ulang pastinya berapa," terang Barozi.

Menurut Barozi, para jemaah yang akan diberangkatkan tahun ini mendaftar sejak Desember 2010 sampai Maret 2011. Pihaknya menduga isu jemaah haji fiktif muncul dari adanya ratusan jemaah yang tidak melakukan pelunasan BPIH.

Setelah diverifikasi oleh petugas Kemenag, rupanya ratusan jemaah tersebut telah berpindah tempat tinggal. Kendati begitu, dia memastikan 343 jemaah yang tak melunasi BPIH tak merugikan jemaah yang telah mengantre bertahun-tahun.

"Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) sudah mengantisipasi kekosongan kursi dengan skema cadangan. Kuota pasti terpenuhi. Tidak akan merugikan penunggu karena cadangan direkrut dari kursi keberangkatan 2020," ujarnya.


Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kemenag Mojokerto Mukti Ali menjelaskan, sebagian calon jemaah haji yang tak melunasi BPIH merupakan orang sama dari tahun ke tahun. Pihaknya mengaku pernah melakukan verifikasi tahun 2016. Saat itu terdapat 499 calon jemaah yang gagal berangkat karena tak melunasi BPIH.

"Kami surati, hasilnya 50an orang meninggal dunia. Surat sampai alamat tapi sudah pindah domisili ada 174 orang. Selebihnya alasan kesehatan dan pendampingan keluarga," jelasnya.

Sebanyak 1.818 jemaah haji Kabupaten Mojokerto dibagi dalam 6 kelompok penerbangan (Kloter). Kloter 61 dan 62 akan diberangkatkan tanah suci 26 Juli 2019. Disusul kloter 63 dan 64 tanggal 27 Juli 2019. Sedangkan kloter 67 dan 84 diberangkatkan 28 Juli dan 4 Agustus 2019.

Simak Video "Barang Impor Ilegal Miliaran Rupiah di Surabaya Dimusnahkan"
[Gambas:Video 20detik]

(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com