Guru Swasta Surabaya Protes Kadispendik Soal Pagu PPDB Tambahan

Amir Baihaqi - detikNews
Selasa, 02 Jul 2019 14:49 WIB
Demo guru swasta di Surabaya (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya - Para guru dan kepala sekolah SMP swasta yang tergabung dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) telah ditemui Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya Ikhsan. Namun mereka tak puas.

Salah satu yang diprotes para guru swasta adalah soal penambahan pagu di dalam PPDB tambahan. Dengan adanya penambahan pagu ini, maka yang menderita adalah sekolah swasta.

Sebab dengan adanya PPDB tambah siswa yang tidak diterima sekolah negeri dengan sistem zonasi akan mendaftar ulang lagi melalui PPDB tambahan. Hal ini kemudian mengakibatkan sekolah swasta kekurangan siswa.

MKKS menilai penjelasan Ikhsan soal pagu dinilai janggal. Karena meski mengaku kebijakan penambahan pagu sudah dikonsultasikan ke Kemdikbud, namun Ikhsan tidak dapat membuktikan bukti fisik dari konsultasi tersebut.

"Ya tadi ketemu sama kepala dinas. Saya minta bukti fisik dari Kementerian Pendidikan apa dan mana. Dasar hukumnya apa. Kalau nggak ada bukti dasar fisik kami nggak percaya. Karena semua kan harus ada dasar hukumnya," kata koordinator MKKS Erwin Darmogo usai audiensi di Balai Kota, Selasa (2/7/2019).


Erwin juga menyesalkan, dalam mengambil kebijakan terkait PPDB, Ikhsan tidak melaksanakan terlebih dahulu namun sudah merevisi. Erwin juga mengungkapkan bahwa selama ini pihak sekolah swasta tidak pernah diajak.

"Kebijakannya itu jangan direvisi sebelum dilaksanakan dan harus ada dasar yang jelas dasar hukumnya. Dan yang penting kami ini diajak ngomong. Jadi ketika mengubah kebijakan ajak omong seluruh komponen yang ada di dunia pendidikan," terang Erwin.

Untuk itu, lanjut Erwin seluruh guru swasta saat ini mendesak agar Ikhsan mundur dari jabatannya. Hal itu karena Ikhsan dinilai telah gagal mengurus PPDB di Surabaya.


Saat ditanya seberapa mendesak Ikhsan harus diganti? Erwin menjelaskan bahwa hal itu sangat mendesak. Sebab apa yang dilakukan Ikhsan sudah keterlaluan sehingga guru-guru sampai turun semua.

"Sangat mendesak sekali (Ikhsan mundur). Buktinya teman-teman guru sampai turun. Kalau nggak kebangetan nggak sampai turun. Dan tidak bisa diredam. Karena terkait nasib dan hajat hidup orang banyak," tandas Erwin.


Meski Tuai Pro-Kontra, Perpres PPDB Sistem Zonasi Segera Dikukuhkan:

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "BPBD-Polisi Evakuasi Korban Banjir Pasuruan"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/iwd)