Ratusan Bidan di Banyuwangi Diajak Berinovasi Tekan Kematian Ibu-Anak

Ratusan Bidan di Banyuwangi Diajak Berinovasi Tekan Kematian Ibu-Anak

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 02 Jul 2019 14:26 WIB
Bupati Anas dan ratusan bidan di Banyuwangi/Foto: Ardian Fanani
Bupati Anas dan ratusan bidan di Banyuwangi/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - 30 Bidan mendapat SK CPNS. Selain itu 125 bidan juga diambil sumpahnya untuk bertugas di wilayah Banyuwangi. Bupati Abdullah Azwar Anas meminta kepada mereka untuk membuat terobosan meningkatkan kesehatan ibu dan anak balita.

Pengambilan sumpah dan penyerahan SK tersebut dilakukan di Pendopo Banyuwangi, Selasa (2/7/2019). Bersamaan, juga diserahkan SK penetapan jabatan fungsional kepada 51 guru, 7 dokter, 9 perawat, 5 pranata laboratorium, dan 10 penyuluh pertanian.

Secara khusus Anas meminta kepada bidan agar berupaya menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan bayi di Banyuwangi. Menurut Anas ini penting karena AKI merupakan salah satu indikator derajat kesehatan negara.

"Para bidan ini saya beri target untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Banyuwangi. Perbaiki pelayanan, tingkatkan baik dari segi jangkauan maupun kualitas layanannya. Untuk itu, dibutuhkan sebuah inovasi dan terobosan," kata Anas kepada wartawan.


Anas lalu mencontohkan Puskesmas Sempu yang berhasil menekan angka kematian ibu melahirkan hingga zero lewat program Laskar Sakina-Laskar Stop Angka Kematian Ibu dan Anak.

Laskar tersebut beranggotakan kader kesehatan, guru, tokoh agama dan masyarakat, PKK, hingga aparat kepolisian. Dan yang terakhir, melibatkan pedagang sayur keliling (mlijo) yang ditugaskan mencari, menemukan, dan melaporkan ibu hamil baru dengan risiko tinggi di wilayah mereka berjualan.

"Intinya inovasi, lihat sekeliling kita apa yang bisa kita lakukan. Rangkul pihak lain untuk membantu program kita," tegas Anas.

Inovasi tidak hanya ditekankan pada para bidan. Anas juga meminta para abdi negara yang hadir ini untuk membuat terobosan di bidangnya masing-masing. Selain juga mereka wajib menjadi humas bagi Banyuwangi.


"Saya harap semua yang hadir di sini memiliki semangat, bisa bekerja keras, berinovasi, serta lakukan pelayanan yang baik. Jangan lupa, diatur pula pengeluaran dan gajinya. Dan juga keluarkan untuk sedekah sebagai tanda rasa syukur kita atas rejeki ini," kata Anas.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Banyuwangi Nafiul Huda menambahkan, SK CPNS yang dibagikan kepada 30 bidan ini adalah SK fungsional bidan formasi tahun 2019. Lainnya, 7 dokter, 125 bidan, 51 guru, 9 perawat dan 10 penyuluh pertanian lapangan (PPL) merupakan tenaga fungsional yang telah memenuhi pengajuan angka kredit atas formasi CPNS tahun 2014.

"Sebelumnya, mereka adalah CPNS yang belum memiliki tunjangan jabatan fungsional karena belum memenuhi pengajuan angka kredit (PAK). Kini, setelah mereka memenuhi, baru SK fungsionalnya diterbitkan dan diserahkan secara bersama-sama," kata Huda.

Simak Video "Kemunculan Sumber Gas Gegerkan Warga Glagah Lamongan"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)