Ketahuan Daftar Pakai Surat Domisili Palsu, 4 Siswa SMPN 1 Ponorogo Mundur

Charolin Pebrianti - detikNews
Senin, 01 Jul 2019 15:39 WIB
Pertemuan antara pihak SMPN 1 Ponorogo dengan anggota komisi D DPRD/Foto: Chuk Shatu Widarsha
Ponorogo - Ada 56 calon siswa yang menggunakan Surat Keterangan Domisili (Suketdom) agar bisa masuk ke SMPN 1 Ponorogo dalam PPDB 2019. Kini empat di antaranya mengundurkan diri karena ketahuan surat domisili yang mereka gunakan tidak sesuai atau abal-abal.

"Iya, ada 4 siswa mengundurkan diri. Kalau pihak sekolah tidak berhak mencoret," kata Kepala Sekolah SMPN 1 Ponorogo Yuli Dwi Astuti saat ditemui di kantor DPRD Ponorogo, Jalan Alun-Alun Timur, Senin (1/7/2019).

Menurutnya, hasil pertemuan dengan anggota dewan mempertanyakan isi Suketdom yang dikeluarkan RT dari masing-masing calon siswa.


"Yang mengundurkan diri itu berasal dari Jenangan, Madiun, Mlarak sama Pacitan," imbuhnya.

Yuli kemudian mencontohkan Suketdom calon murid asal Pacitan. Menurutnya kedua wali murid yang bersangkutan bekerja dan berdomisili di Pacitan. Jadi tidak sesuai dengan Suketdom yang diajukan ke SMPN 1, sebagai salah satu syarat dalam PPDB.

"Ini tadi saya menyerahkan data domisili siswa yang 52 anak itu, sama jalur prestasi juga. Biar dikaji oleh anggota dewan seperti apa hasilnya," lanjutnya.


Meski sudah ada 4 siswa yang mengundurkan diri, SMPN 1 tidak kekurangan pagu. Sebab, ada 2 nomor cadangan yang dipanggil dan diterima. Sedangkan 1 bangku diisi siswa kelas VII yang tidak naik kelas. Sementara 1 bangku tersisa dibiarkan kosong.

Anggota Komisi D DPRD Ponorogo Budi Purnomo menjelaskan, kekurangan dari sistem PPDB SMP adalah tidak adanya komunikasi yang jelas antar institusi. Ke depan, Dinas Pendidikan diharapkan bisa memakai server khusus untuk kepentingan PPDB. Sehingga hal-hal yang bersifat data, administrasi dan teknik bisa terjaring dengan IT tersebut.

"Orang menerima data dari server dengan akuntabel bisa dipertanggungjawabkan dan wali murid bisa memilih cadangan sekolah dalam cluster," kata Budi.

Simak Video "Ibu di Surabaya Tewas Bersimbah Darah di Pangkuan Putranya"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/bdh)