Nenek Suriyah, Nabung Biaya Haji Hasil Jualan Nasi Jagung Puluhan Tahun

Muhajir Arifin - detikNews
Senin, 01 Jul 2019 10:33 WIB
Penjual nasi jagung berangkat haji/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Kebahagiaan terpancar dari wajah Suriyah, perempuan berusia 80 tahun asal Kota Pasuruan. Sebab, keinginannnya melaksanakan ibadah haji segera terlaksana. Ia berhasil melunasi biaya naik haji dari hasil berjualan nasi jagung.

Warga Jalan Maluku Gang V RT/RW 01/03, Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, ini dijadwalkan berangkat ke tanah suci pada 30 Juli 2019. Nenek dari 9 cucu ini tergabung di kelompok terbang (kloter) 72 Kota Pasuruan.

"Saya ingin berangkat haji agar hidup barokah. Kerja bertahun-tahun biar ada hasilnya." kata Suriyah di rumahnya, Senin (1/7/2019).

Suriyah merupakan janda anak 4. Suaminya meninggal saat anak-anaknya masih kecil. Untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga, ia berjualan kue di Pasar Besar Kota Pasuruan. Pekerjaan itu ia tekuni selama kurang lebih 40 tahun hingga beralih jualan nasi jagung.

Dari hasil berjualan kue di pasar selama puluhan tahun, selain berhasil merawat dan membesarkan anak-anaknya, Suriyah juga bisa menyisihkan uang untuk ditabung. Pada tahun 2010, berbekal tabungan yang ia punya, ia mendaftar sebagai jamaah haji.


"Saya bilang (sama anak-anak), ingin daftar haji. Saya ada uang Rp 25,5 juta," ujar Suriyah didampingi anaknya Maimunah (45).

Nenek Suriyah berangkat haji dari menjual nasi jagung/Nenek Suriyah berangkat haji dari menjual nasi jagung/ Foto: Muhajir Arifin

Anak-anaknya yang sudah berkeluarga dan mandiri, kata Suriyah, senang dengan niat ibunya. Mereka pun mendaftarkan Suriyah ke salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) di Pasuruan.

"Sisanya (biaya haji) sekitar Rp 36,5 juta dicicil setiap bulan," terang perempuan kelahiran Sampang, Madura, ini.

Untuk mencicil biaya haji, Suriyah menyisihkan hasil jualan nasi jagung. Suriyah sendiri sudah berjualan nasi jagung di Jalan Sumatera Kota Pasuruan selama 13 tahun.

"Saya jual nasi jagung ikan asin harganya Rp 5.000, ada yang minta harga Rp 6.000. Kalau ada orang tua yang beli Rp 3.000 tetap saya kasih," terangnya.


Maimunah, anak Suriyah mengungkap, setiap bulan anaknya yang mengantarkan Suriyah membayar cicilan biaya naik haji.

"Alhamdulillah, saya bahagia sekali akhirnya lunas dan emak bisa haji," tutup Maimunah.

Saat ini, Suriyah tetap jualan nasi jagung. Rencananya dia akan berjualan hingga beberapa hari menjelang keberangkatan ke tanah suci.

Simak Video "Banjir Rendam 13 Desa di Pasuruan"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)