Pesan Berantai dan Kebenaran Sakitnya Wali Kota Risma

Amir Baihaqi - detikNews
Kamis, 27 Jun 2019 22:57 WIB
Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser dan salah satu dokter/Foto: Istimewa
Surabaya - Pesan berantai sakitnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sempat viral. Pesan simpang siur itu mengabarkan kondisi kesehatan Risma.

Pesan itu kemudian menjadi buah bibir karena memberikan informasi tentang kondisi Risma, yang kini dirawat di ICU Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSU dr Soetomo.

Dalam pesan itu disebutkan wali kota dua periode itu dirujuk ke RSU dr Soetomo pukul 19.15, Selasa (25/6) dalam keadaan tidak sadar. Karena dalam perkembangannya saat ini Risma memakai respirator. Pemasangan itu dilakukan karena Risma mengidap pneumonia, acute ling injury dan edema paru.

"Teman2.... mohon do'akan bu Risma nggih.. perkembangan skr sdh dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo mau dipasang ventilator krn terkena pneumonia + acute lung injury + edema paru dan tadi malam jam 19.15 di ICU GBPT tdk sadar..," tulis pesan itu yang dilihat detikcom, Kamis (27/6/2019).

Dalam istilah medis dan kesehatan, Risma mengalami infeksi paru, ada edema paru atau pembengkakan paru serta sempat kritis.


Tak hanya itu, pesan viral lainnya menyebutkan bahwa Risma saat ini sedang dipasang ring jantung. Pemasangan itu dikarenakan penyakit asma akutnya dikhawatirkan akan berimbas ke jantung wali kota perempuan pertama Surabaya.

Menanggapi pesan itu, Pemkot Surabaya menggelar jumpa pers bersama Dirut RSU dr Soetomo dan kepala tim dokter.

"Kami menyesalkan berita hoaks yang banyak beredar dan membuat bingung terhadap pembaca ataupun warga Surabaya tentang kondisi terakhir Bu Risma. Bahkan sampai tadi malam masih ada hoaks yang menyatakan pukul 1.00 dini hari mendapatkan informasi rekan wartawan di Jakarta bahwa Bu Risma tidak sadarkan diri. Itu hoaks. Tapi terkadang hoaks itu bisa direspon begitu cepat," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser kepada wartawan di Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT), Kamis (27/6/2019).

Senada dengan Fikser, Direktur Utama RSU dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi SpBS menjelaskan segala informasi yang tidak bersumber dari Humas Pemkot Surabaya perlu diklarifikasi kebenarannya lagi. Menurut Joni, saat ini pihaknya melalui tim dokter yang menangani telah berusaha dengan maksimal menangani Risma.

Dan saat ini, lanjut Joni, kondisi Risma sudah berangsur-angsur lebih baik dari hari sebelumnya, Rabu (26/6). Bahkan setiap pagi, tim dokter melakukan evaluasi mengenai perkembangan kesehatan wali kota sarat prestasi itu.


"Saya mewakili RSU dr Soetomo hal-hal yang tidak bersumber dari humas pemkot mohon dikonfirmasi ke beliau. Kami dari rumah sakit dr Soetomo berupaya maksimal untuk merawat Bu Risma. Segala resources dari rumah sakit kami upayakan untuk perbaikan beliau," tegas Joni.

"Setiap pukul 10.00 WIB kami melakukan evaluasi, seluruh dokter melakukan evaluasi kemudian hasil kami tuangkan dalam sebuah note (catatan) sewaktu-waktu akan kami laporkan," lanjutnya.

"Sekali lagi bahwa kondisi pasien, penyakit pasien itu sebuah privasi dari pasien. Kalau pasien tidak berkomunikasi, privasi itu hanya boleh dikeluarkan oleh keluarganya. Keluarganya itu suami, anak, orang tua. Nah keluarga Bu Risma mengamanatkan itu dikeluarkan melalui Kabag Humas dari Pemkot Surabaya," tandas Joni.

Risma diketahui masih memakai respirator atau alat bantu pernafasan. Pemasangan selang pernapasan merupakan prosedur tetap seorang pasien yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU). Alat yang dimasukkan di dalam mulut menyebabkan Risma harus makan melalui sonde atau selang yang dimasukkan hidung, kerongkongan hingga ke lambung.

"Jadi sejak awal fungsi jantung dari RSUD Soewandhi sudah bagus, fungsi ginjal dan kencingnya juga bagus. Kemudian fungsi perutnya diberi makan, karena belum bisa makan, makanya lewat sonde (pipa makanan) juga bisa menerima. Jadi itu indikator yang bagus," kata Kepala Instalasi Rawat Intensif RSU dr Soetomo dan Reanimasi dr Hardiono SpAn KIC KAKV.

Simak Video "Pusat Kota Surabaya Disemprot Disinfektan Pakai Drone"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)