detikNews
Selasa 25 Juni 2019, 20:01 WIB

Wow! Harga Buah Naga Indonesia di Rusia Tembus Rp 500 Ribu Per Biji

Ardian Fanani - detikNews
Wow! Harga Buah Naga Indonesia di Rusia Tembus Rp 500 Ribu Per Biji Bupati Anas dan Duta Besar RI untuk Rusia Muhammad Wahid Supriyadi/ Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Ada hal mengejutkan yang disampaikan Duta Besar RI untuk Rusia dan Belarus, Muhammad Wahid Supriyadi saat di Banyuwangi. Menurutnya, harga mangga dan buah naga di Rusia mencapai Rp 500 ribu per biji.

Pernyataan itu diungkapkan Muhamad Wahid Supriyadi di depan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Yakni di Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi, Selasa (25/6/2019).

Selain mangga dan buah naga, kata Wahid, beberapa jenis buah tropis lainnya yang banyak tumbuh di Indonesia juga berharga lebih mahal di Rusia. Harga rambutan per biji Rp 20 ribu dan manggis Rp 50 ribu.

"Karena saya suka belanja, saya tiap Minggu belanja bersama istri saya, jadi tahu harga," kata Wahid.


Harga selangit buah tropis itu menurut Wahid, merupakan potensi perdagangan dan ekspor buah dari tanah air ke Rusia. Di saat musim panen, buah di tanah air harganya anjlok. Harusnya ada investor yang bisa mengirimkan hasil buah tropis Indonesia ke Rusia.

"Seperti buah naga kemarin yang dibuang di sungai. Mending dikirim ke Rusia. Harganya Rp 500 ribu loh di sana," tambahnya.

Dia menyayangkan, belum ada penerbangan Garuda Indonesia langsung dari Indonesia ke Rusia. Ada penerbangan oleh maskapai penerbangan nasional Rusia Aeroflot-Rossiya Airlines Denpasar - Moskow. Namun Wahid mengaku, untuk ekspor buah memerlukan penerbangan langsung Garuda atau maskapai lain yang lebih murah daripada Aeroflot.


Selain itu, kata Wahid, regulasi custom dan impor di Rusia tidak begitu sulit dimasuki sehingga akan memudahkan eksportir nasional. Buah yang dibawa dengan pesawat terbang tidak akan terganjal pemeriksaan yang rumit di custom, immigration, quarantine (CIQ) bandara.

"Di (imigrasi) Rusia tidak perlu isi custom, bawa mangga bawa salak tidak pernah diperiksa. Sangat-sangat gampang sekali," imbuh Wahid.

Disamping itu, saat ini Indonesia dengan Rusia sedang memproses perjanjian dagang dengan surat Memorandum of Cooperation (MoC) dengan Euro Asian Economic Union (EAEU). Yang berisikan Rusia, Kazakhstan, Belarus, Armenia, dan Kyrgyzstan. Dengan itu hubungan dagang antara Indonesia dengan anggota EAEU diharapkan bisa berjalan lebih lancar.

"Tahun ini akan ditandatangani, saat masuk insya Allah pasar kita lebih kompetitif. Sekarang pun barang kita sudah masuk, kenapa? brand image Indonesia itu bagus," pungkasnya.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com