detikNews
Selasa 25 Juni 2019, 17:46 WIB

Dituduh Aniaya Orangutan, Keeper KBS: Damai dan Risky Berkelahi

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Dituduh Aniaya Orangutan, Keeper KBS: Damai dan Risky Berkelahi Dua orang utan Damai dan Rizki/Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya - Ramai beredar video viral pemukulan satwa orangutan di Kebun Binatang Surabaya (KBS), membuat keeper angkat bicara. Keeper bernama Jafar (26) membantah melakukan pemukulan. Dia menyebutkan jika insiden itu untuk melerai dua satwa orangutan.

Keeper yang keseharian menangani satwa orangutan bernama Damai (8) berjenis kelamin betina dan Rizky (6) pejantan ini, menjelaskan peristiwa itu. Menurutnya beredarnya video tersebut tidaklah sama yang dilakukan olehnya.

"Apa yang diberitakan menggunakan kayu itu tidak benar. Kami pakai selang air itu, kami pukulkan ke tembok di depan pintu sama lantai, agar gigitan Rizky ke Damai bisa dilepaskan," jelas Jafar kepada wartawan di KBS, Selasa (25/6/2019).

Dia memastikan jika yang diviralkan itu saat dirinya menghalau kedua orangutan yang sedang berkelahi. Dan alat untuk menghalau kedua satwa bukanlah kayu, melainkan menggunakan selang air.

"Penanganannya tidak sama seperti yang diberitakan di instragramnya itu. Tidak seperti itu," kata Jafar

Jafar memastikan di antara kedua orangutan itu tidak pernah bertengkar, entah kenapa waktu itu, keduanya saling berebut masuk. Sebab biasanya, Rizky masuk duluan kemudian Damai. Rizky jealous kemudian marah.

"Biasa Rizky dulu masuk, kemarin Damai dulu. Kemudian Rizky mengamuk lalu saya lerai dengan suara selang air yang kami pukulkan ke tembok dan lantai itu bisa terlepas gigitan itu," ungkap Jafar.

Sementara Humas PDTS Kebun Binatang Wini Hustiani menyayangkan sikap pengunjung yang memviralkan kejadian itu, tanpa melakukan kroscek terlebih dahulu dengan pihaknya.

"Saya mengimbau, motret boleh tapi untuk akan memviralkan dipahami dulu, dipelajari dulu karakter satwa seperti apa, sebab satwa itukan berbeda-beda. Jadi jangan mudah untuk menggugah begitu saja. Dan juga ketika memberikan makan ke satwa jangan mudah percaya seperti ini. Mohon dimegerti, mohon untuk tidak secepatnya diunggah namun diklarifikasikan terlebih dahulu," tandas Wini.

[Gambas:Video 20detik]


(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed