detikNews
Senin 24 Juni 2019, 15:25 WIB

Terkendala Biaya, Bocah Penderita Radang Otak Belum Dirujuk

Muhajir Arifin - detikNews
Terkendala Biaya, Bocah Penderita Radang Otak Belum Dirujuk Bocah radang otak koma ta kunjung dirujuk/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - M Radika Aditya (2), bocah asal Kabupaten Pasuruan, mengidap radang selaput otak. Karena orang tua tak mempunyai biaya, balita asal Desa Lajuk, Kecamatan Gondangwetan, ini tak kunjung mendapatkan penanganan medis semestinya.

Radika saat ini koma di Ruang Tulip RSUD dr R Soedarsono, Kota Pasuruan. Padahal seharusnya harus dirujuk ke rumah sakit yang memiliki standar fasilitas untuk menangani penderita radang selaput otak.

Ayah Radika, Nur Hawi (49), mengatakan putranya tak terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Di sisi lain, pria yang bekerja sebagai petani ini mengaku tidak mungkin membiayai perawatan anaknya.

Saat mendapat informasi bahwa pengobatan anaknya membutuhkan biaya sekitar Rp 30 juta, Nur Hawi 'angkat tangan'. Ia pasrah dan berharap ada pertolongan dari pihak-pihak lain.


"Kalau dibawa ke Malang (rumah sakit rujukan) harus siapkan uang Rp 30 juta," ujar Nur Hawi sembari menunjukkan gerak tangan dan air muka pasrah, saat ditemui di RSUD dr R Soedarsono, Kota Pasuruan, Senin (24/6/2019).

Suami dari Widatur Rohimah (25) ini mengungkapkan sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Selain itu, ia juga sebagai makelar jual beli barang.

"Radika ini anak kedua," imbuhnya.

Radika divonis dokter RSUD dr R Soedarsono mengidap radang selaput otak setelah mengeluh tak bisa buang air besar dan kejang. Radika harus dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap yang tak dimiliki rumah sakit tipe C ini.

Namun setelah 3 hari, Radika tak kunjung dirujuk karena ketiadaan biaya. Bocah tampan ini juga tak terdaftar peserta BPJS Kesehatan.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com