detikNews
Minggu 23 Juni 2019, 12:28 WIB

Festival Pranata Adat di Situbondo Kuatkan Perdamaian Masyarakat Bawah

Ghazali Dasuqi - detikNews
Festival Pranata Adat di Situbondo Kuatkan Perdamaian Masyarakat Bawah Festival Pranata Adat di Situbondo/Foto: Istimewa
Situbondo - Festival Pranata Adat berlangsung semarak di Alun-Alun Situbondo. Berbagai kesenian nusantara dan khas daerah ditampilkan di event pertunjukan tersebut. Mulai dari pentas tari landung, arak-arakan komantan korong, pertunjukan wayang kerte, hingga dolanan bocah. Selain itu, pawai seni ancak agung, ojung Situbondo, pawai petik laut, hingga best Situbondo carnaval, juga ikut ditampilkan.

Festival pranata adat ini dimaksudkan menguatkan perdamaian masyarakat akar rumput. Festival adat dan budaya ini dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (PDTu) Kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Aisyah Gamawati, Sabtu (22/6/2019) malam.

"Kegiatan ini kami agendakan untuk mendorong penguatan komitmen perdamaian pada masyarakat, dengan berbasiskan pada nilai-nilai keragaman budaya bangsa," ujar Aisyah Gamawati, kepada para wartawan di lokasi kegiatan.

Menurut dia, kegiatan serupa juga diselenggarakan oleh Kemendesa PDTT di sejumlah daerah lain, seperti di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat; Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah; dan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Di setiap rangkaian kegiatan Festival Pranata Adat dan Budaya yang diselenggarakan, juga selalu didahului dengan Forum Perdamaian dari masyarakat setempat.

Di Situbondo, kegiatan Festival Pranata Adat dan Budaya diisi dengan berbagai kegiatan pertunjukan berbagai kesenian nusantara. Di samping itu juga dilengkapi dengan kegiatan pameran usaha kecil dan menengah, revitalisasi sarana dan prasarana olahraga desa, deklarasi perdamaian, dan berbagai macam kegiatan lintas kementrian dan lembaga.

Sebelum festival, terdapat sejumlah kegiatan yang mengawali. Di antaranya, ada kegiatan gelaran rapat koordinasi tentang penanganan konflik sosial. Kegiatan ini dimotori oleh Asisten Deputi Konflik Sosial Kemenko PMK, yang dilanjutkan dengan dialog nasional. Berikutnya, forum Perdamaian yang menghadirkan sejumlah tokoh lintas agama dan kelompok-kelompok masyarakat di Situbondo, seperti dari Forum Kerukunan Umat Beragama, Forum Pembaruan Kebangsaan, Pemuda Anshor, Pagar Nusa, Pemuda Katolik, Pemuda Hindu, dan Pemuda Kristen.


"Rangkaian kegiatan di berbagai wilayah ini sudah digelar oleh Kemendesa PDTT sejak 2015 silam. Kegiatan ini untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan perdamaian di Indonesia, yang berbasiskan pada nilai-nilai keragaman bangsa dan budaya setempat. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial," ujar Aisyah Gamawati.

Sementara Direktur Penanganan Daerah Pasca Konflik Kemendesa PDTT, Hasrul Edyar, selaku Ketua Pelaksana Kegiatan Festival Adat dan Budaya, mengatakan, Kemendesa PDTT berharap melalui rangakaian kegiatan ini, akan mempererat kohesi sosial pada masyarakat akar rumput untuk merawat dan terus berkomitmen pada kondisi perdamaian.

"Dalam Forum Perdamaian semua peserta berdiskusi bersama dengan metode analisa konflik, untuk menganalisa kemungkinan-kemungkinan penyebab konflik dan sumber utamanya. Kemudian hasilnya akan dirumuskan bersama untuk melakukan pencegahan dan berbagai langkah tindakan preventif lain untuk penghentian potensi konflik," papar Hasrul Edyar.

Menurut Hasrul Edyar, pihaknya selalu mendorong dan berkomitmen memfasilitasi setiap upaya-upaya untuk menjaga perdamaian dan menyelesaikan konflik. Di antaranya, dengan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, maupun memberi masukan dalam program perencanaan dan pembangunan desa.

"Sesuai dengan Nawacita poin ketiga yaitu membangun Indonesia dari pinggiran, maka kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama program kerja Kemendesa PDTT. Dengan cara mendorong dan menguatkan lembaga kemasyarakatan desa dan lembaga adat desa sebagai mitra pemerintah desa dalam menjaga dan merawat nilai, tradisi, identitas, dan kearifan lokal untuk menjaga keharmonisan dan perdamaian masyarakat," tambah Hasrul Edyar.

Ada ribuan peserta dari berbagai kelompok masyarakat desa di Kabupaten Situbondo, yang turut hadir meramaikan Festival Pranata Adat dan Forum Perdamaian di Situbondo ini. Turut hadir dan memberikan sambutan Bupati Situbondo, Dadang Sugiarto S.H, unsur Forkompimda setempat, Asisten Deputi Konflik Sosial, Kemenko PMK, Ponco Respati Nugroho, Direktur Perlindungan Sosial, Korban Bencana Sosial, Kemsos, Nurul Farijati serta perwakilan unit kerja di lingkungan Kemendesa PDTT.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com