Detik-detik Pikap Terbakar Tewaskan Kenek di Tol Nganjuk

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 23 Jun 2019 08:21 WIB
Kecelakaan di Tol Nganjuk/Foto: Istimewa
Nganjuk - Pikap pengangkut buah melon terguling dan terbakar di ruas Tol Nganjuk KM 662. Satu kenek tewas lantaran terjebak dalam pikap bernopol AE 9279 BA yang terbakar Sabtu malam (23/6). Ini detik-detik kenek terjebak dan ikut terbakar di ruas tol Ngawi-Kertosono itu.

"Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 20.45 WIB, namun api dapat dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB," terang Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jatim AKBP Bambang S Wibowo, saat dihubungi detikcom, Minggu (23/6/2019).

Kecelakaan nahas itu, jelas kasat melibatkan tiga kendaraan. Namun hanya satu yang terbakar yakni pikap pengangkut buah melon jenis Daihatsu Grand Max nopol AE 9297 KA. Dua kendaraan lain yang terlibat kecelakaan, yakni Nissan Grand Livina bernopol AE 1418 BX serta Daihatsu Calya, nopol N 1943 ID.

"Jadi kecelekaan itu melibatkan tiga kendaraan, namun hanya pikap saja yang terbakar. Pikap dikendarai oleh Agus Santoso (36) warga Desa Geneng, Ngawi," imbuhnya.


Kasat menuturkan, kecelakaan bermula saat pikap melaju dari arah Surabaya ke Madiun. Pikap yang mengangkut buah melon dari Lamongan untuk dibawa ke Ngawi, mengalami pecah ban belakang bagian kanan, hingga terguling.

"Saat sampai di KM 662 B, pikap mengalami pecah ban belakang kanan, kemudian terguling di lajur kanan. Mendadak dari belakang melaju kendaraan Toyota Calya dan kendaraan Grand Livina. Dikarenakan jarak yang terlalu dekat, kedua kendaraan tidak mampu menghindar dan terjadilah kecelakaan," ungkapnya.

Dia menambahka, sesaat setelah kecelekaan, dua kendaraan Toyota Calya dan Grand Livina langsung menjauhkan kendaraannya dari pikap yang sudah muncul percikan api. Pengemudi dan dua penumpang Kendaraan Toyota Calya Hendra Yudho (33) bersama dua penumpang, istrinya, Sendita Aike Putri (29) anaknya, Hendika (5) warga Jalan Danau Utara C7 Madyopuro-Malang, selamat.

"Pengemudi dan penumpang Calya kondisi sehat. Untuk pengemudi Grand Livina bernopol AE 1418 BX, Dedy Eko Hendriyanto (50) warga Jalan Halmahera, Kartoharjo Kota Madiun mengalami luka lecet di pelipis. Untuk korban meninggal penumpang atau kenek pikap," ujar Bambang.


Data yang dihimpun detikcom dari analisa polisi, kecelakaan diduga karena pikap bermuatan buah melon melaju dengan kecepatan 80 KM/jam mengalami pecah ban belakang kanan. Sesaat kendaraan pikap oleng dan hilang kendali terguling melintang di lajur kanan.

Pada saat bersamaan, dari arah belakang melaju kendaraan Toyota Calya yang berjarak cukup dekat dengan kendaraan pikap yang terguling. Namun masih bisa menghindar dengan membanting kemudi ke kiri hingga menabrak Guradrail. Namun nahas, kendaraan Grand Livina yang saat itu melaju di belakang Toyota Calya tidak bisa menghindar pula hingga akhirnya menabrak bagian tangki BBM pikap yang terguling hingga muncul percikan api.

Di perkirakan penumpang Pikap tidak bisa keluar dari kendaraan karena terhimpit sehingga terbakar dan meninggal di lokasi. Saat ini jenazah korban maupun meninggal, masih berada di RS Bhayangkara Nganjuk untuk dilakukan autoupsi. Kecelakaan ini ditangani Unit Laka Satlantas Polres Nganjuk. (fat/fat)