detikNews
Sabtu 22 Juni 2019, 16:50 WIB

Tradisi Ritual Manten Kopi di Blitar Diminati Wisatawan Luar Negeri

Erliana Riady - detikNews
Tradisi Ritual Manten Kopi di Blitar Diminati Wisatawan Luar Negeri Ritual manten kopi/Foto: Erliana Riady
Blitar - Kebun kopi di Karanganyar, Nglegok Kabupaten Blitar, konsisten merawat tradisi ritual manten kopi. Selain melestarikan budaya lokal, event ini selalu menarik perhatian wisatawan luar negeri.

Setandan pisang Raja dan kelapa gading serta sebuah tumpeng, ditata dalam dua wadah anyaman bambu. Sang dukun memimpin rombongan pembawa sesaji, sambil terus menjaga bara api yang membakar kemenyan. Sesaji itu diarak ke sebagian wilayah kebun.

Rombongan pembawa sesaji semua memakai pakaian adat Jawa. Mereka berjalan pelan, diiringi bunyi gamelan dan sekelompok Jaranan Bapang diurutan paling belakang. Mereka lalu memilih pohon yang buahnya paling bagus dan banyak, mewakili pohon lain yang siap untuk dipanen. Lokasi pohon pilihan itu, ditandai untaian janur kuning mengelilinginya.

Tepat di bawah pohon pilihan, gerabah tempat kemenyan dibakar diletakkan. Tak lupa, di sampingnya dua sesaji mendampingi. Setelah membaca rapalan doa, sang dukun memetik satu dahan yang penuh buah kopi matang.

Kemudian diletakkan dahan itu di dalam sebuah kain mori putih, di atas nampan. Inilah simbol kopi wadon dan kopi lanang dikawinkan. Dalam istilah Jawa, itulah yang disebut manten kopi.

Tradisi manten kopi di Blitar/Tradisi manten kopi di Blitar/ Foto: Erliana Riady

Manten kopi kemudian diserahkan ke kepala bagian produksi. Mereka, lalu meletakkannya di gudang penyimpanan kopi yang baru dipanen. Sementara, gerabah kemenyan dan dua nampan sesaji, diletakkan di depan mesin produksi peninggalan zaman Belanda.

"Kebun kopi Karanganyar memang merawat tradisi ini setiap tahunnya. Selain nguri-nguri kearifan lokal, event ini mampu menarik kunjungan wisatawan luar negeri," kata Direktur Utama Keboen Kopi Karanganjar, Wima Bramantya kepada detikcom, Sabtu (22/6/2019).

Moment ritual menjelang masa panen ini memang selalu diminati wisatawan luar negeri. Setiap tahun, selalu ada wisatawan bertandang untuk melihat langsung ritual manten kopi ini.

Seperti pengakuan Ryan, wisatawan asal Colorado ini. Baginya, setiap negara, pun negaranya, pasti punya kopi. Namun tradisi menjelang panen kopi ini, hanya Indonesia yang punya.

"Kami juga punya kopi. Tapi tradisi seperti ini hanya saya temui di sini. Saya sangat tertarik saat mereka meletakkan bara api di bawah pohon kopi sambil membaca doa. Unik sekali. Tapi sampai sekarang, saya percaya kekuatan magic tetap ada," pungkasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com