detikNews
Jumat 21 Juni 2019, 13:47 WIB

Perajin Bata di Mojokerto Temukan Situs Pagar Peninggalan Majapahit

Enggran Eko Budianto - detikNews
Perajin Bata di Mojokerto Temukan Situs Pagar Peninggalan Majapahit Perajin bata menemukan pagar peninggalan Majapahit (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Perajin bata merah di Mojokerto menemukan situs purbakala berbentuk pagar peninggalan zaman Majapahit. Bangunan bersejarah yang bentuknya memanjang ini mempunyai ketebalan 110 cm.

Bangunan kuno ini ditemukan di lahan untuk produksi bata merah di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Mojokerto. Lahan untuk bata merah itu sebelumnya berupa sawah milik Tono, warga setempat. Di lokasi itu berjajar tempat pembuatan bata merah.

Situs purbakala ini pertama kali ditemukan oleh Muchlison (46), perajin bata merah asal Desa Kumitir. Dia mengaku pertama kali menemukan struktur dari bata kuno ini Rabu (19/6/2019). Saat itu dia sedang menggali tanah sebagai bahan bata merah. Pada kedalaman 1 meter dari permukaan tanah yang dia gali, Muchlison menemukan tumpukan bata kuno mirip pondasi rumah.

Karena penasaran, dia pun menggali bangunan tersebut. Rupanya struktur dari bata merah kuno ini membentang cukup panjang dari arah selatan ke utara. Bahkan struktur tersebut masuk ke lahan yang disewa Nurali tepat di sebelah utara lahannya.

Perajin Bata di Mojokerto Temukan Situs Pagar Peninggalan MajapahitFoto: Enggran Eko Budianto


"Awalnya kelihatan seperti pondasi rumah, saya gali terus kelihatan seperti pagar. Dalamnya masih ada, panjangnya juga masih berlanjut," kata Muchlison kepada wartawan di lokasi penemuan situs purbakala, Jumat (21/6/2019).

Muchlison bersama Nurali baru menggali sebagian bangunan purbakala yang mereka temukan. Dari bagian yang sudah digali, panjangnya mencapai 21 meter membentang dari selatan ke utara. Tebal bangunan ini mencapai 110 cm.

Sementara ketinggian bangunan yang nampak baru 60 cm, terdiri dari 12 lapis bata merah kuno. Setiap bata merah penyusun bangunan purbakala ini mempunyai dimensi 31x21x6 cm.

"Setelah menemukan saya melapor ke pihak Purbakala (Balai Pelestarian Cagar Budaya/BPCB Jatim). Karena takut kena masalah," ujar Muchlison.

Mendapat laporan dari warga, tim dari BPCB Jatim pun meninjau situs tersebut. Para arkeolog melakukan pengukuran dan pemetaan di lokasi. Karena situs baru ini berdekatan dengan situs Kumitir yang ditemukan tahun 2017.


Arkeolog BPCB Jatim Nugroho Harjo Lukito menjelaskan, struktur purbakala ini berbentuk pagar. Salah satunya dibuktikan dengan adanya bagian tonjolan yang lebih tebal 20 cm dibandingkan bagunan utama. Lebar setiap tonjolan mencapai 110 cm. Jarak antar tonjolan 445 cm.

"Fungsinya untuk memperkuat konstruksi pagar supaya tidak roboh," terangnya.

Pagar kuno ini, tambah Nugroho, dipastikan peninggalan zaman Majapahit. Dugaan itu diperkuat dengan ukuran bata merah penyusun bangunan. Menurut dia, bata merah berdimensi 31x21x6 cm itu sama dengan bata pada candi-candi peninggalan Majapahit di Trowulan, Mojokerto.

"Yang jelas pagar ini peninggalan zaman Majapahit, tapi Majapahit awal, pertengahan, atau akhir belum bisa dipastikan. Karena belum ditemukan artefak yang menunjukkan masanya," tandasnya.
(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed