detikNews
Rabu 19 Juni 2019, 19:23 WIB

Pakar Pendidikan: Sistem Zonasi Baik, Tapi Pemerintah Belum Siap

Amir Baihaqi - detikNews
Pakar Pendidikan: Sistem Zonasi Baik, Tapi Pemerintah Belum Siap Wali murid unjuk rasa tolak sistem zonasi di depan Gedung Grahadi Surabaya/Foto file: Deny Prastyo Utomo
FOKUS BERITA: Ruwet PPDB Zonasi
Surabaya - Kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi terjadi di Jawa Timur. Seorang pakar pendidikan menilai pemerintah belum siap menerapkan sistem zonasi.

"Ya jadi kan sebetulnya problem hulunya ada di Permendikbud 51 tahun 2015 yang memberlakukan zonasi. Dan sebetulnya semangat zonasinya itu baik karena ada semangat pemerataan akses pendidikan," kata pakar pendidikan Jawa Timur Isa Anshori saat berbincang-bincang dengan detikcom, Rabu (19/6/2019).

"Tapi persoalnya kan pemerintah belum siap segala sesuatunya agar kemudian berlaku zonasi. Akibatnya kemudian terjadi di lapangan banyak anak-anak bagus dari keluarga miskin tetapi rumahnya jauh dari sekolah. Sehingga mereka tidak mendapatkan layanan sesuai sekolah yang diinginkan. Nah itu problem-problem yang terjadi sekarang ini," imbuh Isa.


Menurut Isa selain karena belum siap, kekacauan yang terjadi juga disebabkan salah kaprahnya pemahaman soal sistem zonasi. Sebab, menurutnya zonasi yang dipahami hanya melulu soal jarak antara rumah ke sekolah semata.

"Problem kita adalah pada persoalan pemahaman soal zonasi. Pemahaman soal zonasi itu semestinya tidak dipahami jarak. Tetapi akses atau kemudahan akses. Meskipun jarak jauh tapi ada alat transportasinya itu kan tidak masalah. Selama ini kan dipahami adalah jarak," paparnya.

"Yang kedua ada kesalahan pemahaman lagi. Mestinya pemahaman zonasi itu tidak tereduksi. Nah sekarang kan tereduksi di tingkat kabupaten kota itu direduksi menjadi pendekatan kecamatan di tingkat SMP direduksi di tingkat kecamatan, di luar kecamatan itu dianggap jauh dan tidak punya hak untuk sekolah yang ada di kecamatannya," lanjut pria yang juga Anggota Dewan Pendidikan Jatim itu.


Ditanya apakah PPDB jalur zonasi ini akan diteruskan atau tidak? Isa mengakui bahwa selama ini selalu ganti orang ganti kebijakan.

"Jadi kalau melihat kebiasaan kita kan ganti orang ganti kebijakan, ganti menteri juga ganti kebijakan. Tapi gini catatannya di balik semangat zonasi ada semangat yang bagus. Apa semangatnya? Yaitu memperluas akses pendidikan itu tidak hanya kelompok-kelompok tertentu," urainya.

"Selama ini kan hanya mereka yang bisa menikmati sekolah-sekolah yang dianggap favorit itu. Sekarang semua orang bisa. Jadi ada semangat bagus di sana. Tapi semangat bagus juga perlu cara yang bagus," pungkasnya.


(sun/bdh)
FOKUS BERITA: Ruwet PPDB Zonasi
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com