Awas, Air PDAM di Lamongan Berwarna Seperti Seduhan Teh

Eko Sudjarwo - detikNews
Rabu, 19 Jun 2019 17:03 WIB
Air PDAM Lamongan yang berwarna seperti air teh/Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Air PDAM di Lamongan berwarna kuning kemerahan seperti air teh. Menurut pihak PDAM, kondisi tersebut dikarenakan bahan baku air dari Sungai Bengawan Solo juga demikian warnanya.

Salah seorang pelanggan PDAM di Kelurahan Tumenggungan, Faisol membenarkan kondisi air yang seperti seduhan teh. Menurutnya, kondisi semacam itu sudah terjadi sejak 4 hari terakhir.

"Sudah 4 hari air PDAM di rumah kami seperti air teh. Kami juga sudah melaporkan hal itu ke petugas PDAM," kata Faisol, Rabu (19/6/2019).

Karena air berwarna seperti teh, lanjut Faisol, orang di rumahnya tak ada yang berani menggunakan untuk dikonsumsi. Akibatnya, mereka sekeluarga mengeluarkan anggaran ekstra untuk membeli air yang layak konsumsi.

"Kalau untuk mandi dan mencuci masih bisa, tapi ya harus diendapkan dulu," imbuhnyanya.


Pendapat serupa juga disampaikan pelanggan PDAM lainnya, Saputra. Saputra yang merupakan warga Jalan Jaksa Agung Suprapto mengatakan kalau air PDAM di tempatnya juga berwarna seperti air teh.

Menurutnya, kini bak mandi di rumahnya gampang kotor dan harus sering dibersihkan. "Bak kamar mandi warnanya berubah total, termasuk porselin kamar mandi yang juga terdampak dan berwarna seperti air teh," kata Saputra yang dibenarkan warga lain di Perumahan Graha Indah Lamongan.

Direktur PDAM Lamongan Ali Mahfudi mengatakan, munculnya air PDAM yang berwarna seperti air teh tersebut karena air baku yang berasal dari Bengawan Solo juga berwarna kuning. Menurutnya itu dampak dari musim kemarau atau panas.

Karena panas kemarau itu, lanjut Ali, dasar sungai Bengawan Solo menguap dan timbul algae atau lumut biota dasar sungai. "Lumut ini yang kemudian menguap ke permukaan sehingga timbul warna kuning kecoklatan. Pasokan air dari hulu tidak ada dan posisi permukaan air tetap," tambahnya.


Pihak PDAM, lanjut Ali, sudah melakukan upaya maksimal untuk mengatasi hal ini. Di antaranya mereduksi air baku dengan sedimen untuk mengikat warna air baku. Kemudian ekstra penambahan bahan kimia untuk menghasilkan kualitas air yang agak baik.

"Kami memohon maaf jika selama ini distribusi kualitas PDAM kurang baik. Namun kami memastikan kalau bagian produksi PDAM Lamongan tetap berusaha untuk meningkatkan pelayanan," pungkas Ali seraya menyebut pengaruh alam dan pergantian musim sebagai penyebab air PDAM berwarna seperti air teh.

(sun/fat)