detikNews
Selasa 18 Juni 2019, 18:39 WIB

Kadisdik Tulungagung: PPDB Zonasi Untungkan Sekolah Pinggiran

Adhar Muttaqin - detikNews
Kadisdik Tulungagung: PPDB Zonasi Untungkan Sekolah Pinggiran Kesibukan PPDB di salah satu sekolah di Tulungagung (Foto: Adhar Muttaqin)
FOKUS BERITA: Ruwet PPDB Zonasi
Tulungagung - Pelaksanan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) seluruh SMP Negeri di Tulungagung akan dilakukan dengan sistem zonasi sesuai aturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dinas pendidikan setempat optimistis sistem baru itu akan menguntungkan sekolah pinggiran.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Tulungagung, Suharno, mengatakan pelaksanaan pendaftaran sistem zonasi akan dilakukan selama tiga hari mulai 19-21 Juni 2019 secara 'online'. Sistem zonasi ini lebih mengutamakan jarak antara rumah dengan sekolah.

Pihaknya optimistis dengan sistem batu tersebut akan terjadi pemerataan jumlah maupun nilai dari masing-masing peserta didik baru ke-48 sekolah negeri yang tersebar di 19 kecamatan.

"Sehingga tidak akan ada lagi penumpukan siswa bernilai bagus di satu sekolah. Kalau sebelumnya yang terjadi ketika punya nilai bagus kemudian sekolahnya pilih di SMP 1,2 atau 3 Tulungagung sehingga numpuk di situ," kata Suharno, Selasa (18/6/2019).


Pihaknya meyakini penerapan regulasi tersebut juga akan menguntungkan SMP yang ada di pinggiran, karena calon siswa baru hanya bisa mendaftar di daerah yang sesuai dengan zonasi atau sekolah yang ada di sekitarnya.

"Sistem zonasi ini minimal harus 90 persen dari pagu, sedangkan 5 persen diperbolehkan untuk menggunakan jalur prestasi dan 5 persen jalur mutasi (mengikuti pindah tugas orang tua)," imbuhnya.

Suharno menambahkan, keyakinan itu didukung dengan metode penetapan jumlah pagu yang disesuaikan dengan jumlah lulusan siswa SD/MI di daerah sekitar sekolah. "Misalkan SMP Pagerwojo, jumlah lulusan SD sekitarnya 60, maka pagu yang diusulkan ya 60, jangan lebih," jelasnya.

Sedangkan terkait kualitas pendidikan ia memastikan seluruh sekolah telah memiliki kompetensi yang cukup memberikan pendidikan yang terbaik bagi seluruh siswanya.

Dinas pendidikan setempat juga berkomitmen akan melakukan pemerataan sarana dan prasarana pendidikan ke seluruh sekolah yang ada di wilayah kota maupun daerah-daerah pinggir, sehingga tidak terjadi disparitas atau kesenjangan kualitas pendidikan.


"Ke depan yang dilakukan zonasi tidak hanya siswanya saja, tapi juga gurunya akan kami lakukan zonasi. Sehingga tidak akan ada guru dari Tanggunggunung mengajar di Sendang, ini masih kami lakukan kajian," ujarnya.

Dengan pemerataan guru pengajar diharapkan akan menjadi pemacu semangat para guru untuk memberikan yang terbaik di daerahnya, selain itu para guru juga akan lebih dekat dengan sekolah.
(iwd/iwd)
FOKUS BERITA: Ruwet PPDB Zonasi
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com