detikNews
Senin 17 Juni 2019, 19:49 WIB

Suami Tampik Gadaikan Istri Rp 250 Juta, Ini Pengakuannya ke Polisi

Hilda Meilisa - detikNews
Suami Tampik Gadaikan Istri Rp 250 Juta, Ini Pengakuannya ke Polisi Hori, suami yang gadai istri Rp 250 juta (Foto: Istimewa)
Lumajang - Seorang suami di Lumajang, Hori, disebut menggadaikan istrinya kepada Hartono sebagai jaminan utang Rp 250 juta. Namun kepada polisi, Hori menampik hal ini.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan kasus ini berawal dari pembunuhan salah sasaran. Hori yang awalnya hendak membunuh Hartono yang disebut merebut istrinya, ternyata salah sasaran dengan membunuh kerabatnya sendiri, Hola.

"Jadi ini kan kita cerita awalnya mendapatkan informasi adanya pembunuhan. Kemudian kita lakukan pengejaran, kemudian tim kobra menangkap lah yang namanya Hori, itu satu peristiwa," kata Arsal kepada detikcom di Surabaya, Senin (17/6/2019).

"Kemudian kita tanya sih Hori Mengapa kamu bunuh Hola, pertama kita kan membutuhkan motif. Dia bilang saya tidak berencana membunuh Hola, tapi saya rencananya membunuh Hartono, nah ini mulai rumit kasusnya," imbuh Arsal.


Usut punya usut, ternyata Hori sedang terbakar api cemburu. Pasalnya, Hartono diketahui merebut istrinya. Namun dia juga mengatakan Hartono menjadikan jaminan atas utangnya Rp 250 juta.

"Ketika ditanya kenapa kamu bunuh Hartono, dia jawabnya karena saya ini punya hutang Rp 250 juta dari Hartono. Kemudian istri saya dijadikan jaminan oleh Hartono, begitu kalimat itu yang kan berpersepsi gadai, dia bilang istri saya dijadikan jaminan," lanjut Arsal.

Tak hanya itu, Hori mengaku Hartono pun beberapa kali menelepon jika akan mengembalikan istri Hori jika dia membayar utang tersebut.

"Hori juga pernah ngomong kalau Hartono pernah nelpon, dia bilang kalau kamu kembalikan uangnya istri kamu juga saya kembalikan, mungkin waktu itu situasional dia bilang istri saya menjadi jaminannya, dia juga nggak mau istrinya jadi jaminannya itu dipersepsikan menjadi gadai," jelasnya.


Namun, setelah beberapa kali pemeriksaan, Hori menegaskan dirinya tak menggadaikan istrinya, namun Hartono lah yang merebut istrinya. Dia pun mengaku malu karena istrinya direbut hingga berencana membunuh Hartono.

"Tapi setelah kita periksa sampai ke sini, tidak seperti pemahaman awal kita jika itu digadai. Karena pengakuan yang terakhir, karena istrinya dibawa dia malu makanya dia ingin membunuh Hartono," ujar Arsal.

'Tapi saya belum begitu percaya dengan omongannya dia. Saya masih punya dugaan dia membunuh karena ingin menghapuskan hutangnya dan supaya hutang itu hilang karena dia tidak mau ditagih terus," pungkas Arsal.
(hil/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com