detikNews
Sabtu 15 Juni 2019, 11:33 WIB

Pria Lamongan Ini Sulap Limbah Paralon Jadi Lampu Hias Ciamik

Eko Sudjarwo - detikNews
Pria Lamongan Ini Sulap Limbah Paralon Jadi Lampu Hias Ciamik Salah satu karya Supriyo (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan - Limbah, apalagi limbah pipa PVC atau limbah paralon, selalu menjadi barang terbuang. Namun tidak bagi warga Lamongan ini, ia memanfaatkan limbah atau sisa pipa PVC yang terpakai menjadi sesuatu yang bernilai seni dan bernilai jual tinggi. Ya, ia mengubah pipa paralon menjadi lampu hias nan indah.

Pria Lamongan yang tangannya ajaib itu adalah Supriyo. Warga desa Klagensramprat, Kecamatan Maduran ini merubah pipa paralon menjadi lampu hias berbagai bentuk dan ornamen yang cantik dan sedap dipandang mata.

"Awalnya dari coba-coba dengan memanfaatkan sisa-sisa pipa paralon yang tak terpakai, terus ada beberapa kawan yang tertarik hingga akhirnya saya buat lebih banyak," kata Supriyo dalam perbincangannya dengan detikcom di rumahnya, Sabtu (15/6/2019).


Karya Supriyo yang lain (Foto: Eko Sudjarwo)

Berawal dari coba-coba inilah Supriyo kemudian berusaha menekuni. Dari tangan dingin Supriyo, akhirnya ia berhasil membuat berbagai macam lampu hias, mulai dari lampu gantung, lampu meja, lampu dinding serta lampu taman atau outdoor.

"Kalau motifnya macam-macam, kaligrafi, tema alam, bunga, batik, etnik, hingga foto atau wajah, bisa juga custom, tergantung pesanan," ujarnya.

Menurut Supriyo, proses pembuatan lampu hias ini membutuhkan waktu yang beragam, bergantung tingkat kesulitannya. Semakin rumit gambar maka proses pembuatannya akan semakin lama.

"Sampai proses finishing paling banter sehari dapat 2 lampu. Tapi kalau yang motifnya foto/wajah karena gak tembus (relief) pengerjaanya lebih lama lagi," terang Supriyo yang mengaku untuk membuat relief atau ukiran ini dibutuhkan ketekunan lebih.


Lampu hias Gus DurLampu hias Gus Dur (Foto: Eko Sudjarwo)

Karena tingkat kesulitannya beragam, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Lesbumi Lamongan ini membandrol lampu hias buatannya dengan harga yang beragam, mulai Rp 125.000 hinggal Rp 150.000 per buah. Supriyo menjelaskan, seluruh proses produksi lampu hias berbahan paralon ini masih diilakukan secara manual atau buatan tangan, sehingga jumlah produksinya terbatas.

"Baru sekedar menerima pesanan dari teman-teman dan konsumen di Lamongan, karena garapnya juga sendiri," kata Supriyo.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com