detikNews
Jumat 14 Juni 2019, 21:41 WIB

Suami yang Gadaikan Istri Rp 250 Juta Tampik Telah Jual Anak Rp 500 Ribu

Hilda Meilisa - detikNews
Suami yang Gadaikan Istri Rp 250 Juta Tampik Telah Jual Anak Rp 500 Ribu Foto: Istimewa
Lumajang - Pria asal Lumajang, Hori disebut menggadaikan istrinya karena utang Rp 250 juta. Selain itu, istri Hori mengungkapkan jika dia juga menjual anaknya seharga Rp 500 ribu.

Hori pun menampik hal ini. Dia mengatakan tidak menjual anaknya dan tidak mendapat uang sepeser pun dari pria berinisial S yang kini mengasuh anaknya.

"Endak, ndak saya jual. Pak S memaksa minta saya biar anak saya kumpul sama pak S. Ndak dikasih uang. Endak, ndak ada itu pak," kata Hori kepada polisi di Polres Lumajang, Jumat (14/6/2019).

Hori juga meminta petugas untuk mendatangkan S menjadi saksi. Hori menyebut S lah yang meminta dan memaksa untuk mengasuh anaknya.


"Pak S aja bawa ke sini, saya ndak nerima. Dia memaksa, dia minta ke saya. Dia masih (berhubungan) ini sama saya. Biar saya yang ngurus katanya waktu itu," imbuhnya.

Sementara saat itu, Hori mengaku percaya dengan S. Pasalnya, saat dia masih bekerja di perkebunan kelapa sawit di Medan, S berjanji akan membawa anaknya pulang ke Jawa.

"Waktu itu mau dibawa pulang ke Jawa, dulu waktu di Medan," lanjut Hori.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan pihaknya masih menelusuri beberapa fakta lain. Pihaknya mencium dugaan perdagangan manusia.

"Sesuai keterangan saksi, yang merupakan istri tersangka, ternyata ada kemungkinan terjadinya human trafficking yang terjadi pada anak kandung mereka. Saya bersama Tim Cobra akan terus mengurai benang merah kasus ini," kata Arsal.


Sebelumnya, kasus ini sempat mencuat lantaran Hori meminjam uang kepada Hartono sebesar Rp 250 juta. Sebagai jaminan, Hori menyerahkan istrinya kepada Hartono. Istrinya akan dikembalikan ke Hori bila ia telah melunasi utangnya. Selama Hori belum melunasi utangnya, maka istrinya akan tetap bersama Hartono.

Satu tahun berlalu, Hori ingin menebus utangnya kepada Hartono. Tapi Hori tak mempunyai uang. Hori bermaksud menebus utangnya dengan sebidang tanah agar istrinya bisa diambil. Namun niat Hori tak diterima Hartono. Hartono tak ingin uangnya ditebus dengan sebidang tanah, harus ditebus dengan uang. Penolakan itu membuat Hori kecewa.

Karena kecewa, Hori akhirnya merencanakan pembunuhan. Niat Hori membunuh ternyata berakhir salah sasaran. Hori melihat seseorang mirip Hartono dan dibacoklah orang itu dari belakang. Hori kemudian sadar bahwa orang yang dibacoknya bukanlah Hartono, tetapi pria yang akhirnya diketahui bernama Muhammad Toha. Toha tewas dalam perawatannya di rumah sakit.
(hil/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed