detikNews
Jumat 14 Juni 2019, 18:00 WIB

Keren, 39 Ton Sampah Botol Plastik Tiket Bus Suroboyo Laku Rp 150 Juta

Amir Baihaqi - detikNews
Keren, 39 Ton Sampah Botol Plastik Tiket Bus Suroboyo Laku Rp 150 Juta Foto: Istimewa
Surabaya - Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya berhasil mengumpulkan 39 ton sampah botol plastik dari tiket Suroboyo Bus. Sampah botol tersebut terkumpul sejak awal beroperasi April 2018 sampai Januari 2019.

Plt DKRT Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan sampah botol plastik tersebut dilakukan lelang melalui Dirjen Kekayaan Negara (DJKN). Dari lelang tersebut, DKRT berhasil meraup Rp 150 juta dan dimasukan ke Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Botol plastik yang terkumpul itu sudah ditetapkan sebagai kekayaan daerah, sehingga secara otomatis botol sampah 39 ton tersebut dilelang oleh DJKN. Sistem lelang yang digunakan ini mencari pemenang dengan penawaran tertinggi, waktu itu dibuka dari harga Rp 80 juta," kata Eri dalam keterangan resminya yang diterima detikcom, Jumat (14/6/2019).

"Dananya masuk ke APBD lalu dicampur. Masuk ke PAD retribusi, atau bisa masuk ke pajak Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau bisa masuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) masuk jadi satu, setelah itu baru dibelanjakan," lanjut Eri.


Menurut Eri, pihaknya baru bisa melelang sampah botol plastik saat ini sebab sebelumnya belum sampah terswbut belum ditetapkan siapa yang berwenang menanganinya.

"Jadi kita simpan dulu di rumah-rumah kompos dan baru dilelang beberapa waktu lalu setelah semuanya clear," ujar pria yang juga Kepala Bappeko itu.

Eri menambahkan, banyaknya sampah botol plastik yang dikumpulkan dan nilai lelangnya yang dihasilkan menjadi indikator bahwa konsep Suroboyo Bus dengan tiket sampah botol plastik diterima warga Surabaya. Tak hanya itu, Eri juga berharap konsep transportasi yang diusung bisa menjadi percontohan di daerah lainnya atau dunia internasional.

"Mudah-mudahan masih terus berlaku dan diterima masyarakat. Kita juga berharap botol untuk tiket bus tersebut digunakan sebagai percontohan sampai international," pungkas Eri.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed