detikNews
Kamis 13 Juni 2019, 19:41 WIB

Kapolda: Jatim Jadi Salah Satu Target Ciptakan Gangguan Kamtibmas

Amir Baihaqi - detikNews
Kapolda: Jatim Jadi Salah Satu Target Ciptakan Gangguan Kamtibmas Apel konsolidasi digelar sebelum sidang MK (Foto: Istimewa)
Surabaya - Polda Jatim menggelar apel konsolidasi dan hasil Operasi Ketupat Semeru tahun 2019. Sejumlah keberhasilan selama 13 hari operasi dibeberkan langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan.

"Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru tahun 2019 ini dinilai dapat berjalan lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya di mana hal tersebut ditandai dengan lancarnya arus mudik dan balik di wilayah Jatim," kata Luki dalam sambutannya di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Kamis (13/6/2019).

"Selain itu juga, indikator keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2019 adalah menurunnya angka kecelakaan lalu lintas secara signifikan sebesar 54 persen," tambahnya.

Meski begitu, lanjut Luki, angka kejahatan justru mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dengan perbandingan jika tahun lalu hanya 10 kejadian, maka pada tahun ini meningkat menjadi 106 kejadian.


"Angka kejahatan gangguan kamtibmas mengalami kenaikan yang cukup signifikan sebesar 96 persen. Dimana curat menempati posisi tertinggi sebesar 20 persen," terang Luki.

Dalam sambutannya juga, Luki sempat menyinggung situasi keamanan yang terjadi di Jawa Timur pascapemilu. Menurutnya, peristiwa pembakaran Mapolsek Tambelangan telah menjadi atensi dari pihaknya selama ini.

"Terdapat kasus-kasus yang menjadi atensi dan berakibat kontijensi pascapemilu 2019 yang terjadi di Jawa Timur. Seperti kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang. Hal ini membuktikan bahwa Jatim menjadi salah satu target untuk menciptakan gangguan Kamtibmas," tegas Luki.


Selain memaparkan sejumlah keberhasilan selama Operasi Ketupat Semeru 2019, Luki juga menjelaskan bahwa apel konsolidasi ini merupakan dalam rangka persiapan pengamanan sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU). Ia mengaku telah menyiapkan ribuan personel yang akan diterjunkan untuk mengamankan sejumlah obyek vital selama PHPU.

"Dalam rangka PHPU, Polda Jatim telah menyiapkan sebanyak 6.331 personel dan dibantu oleh TNI sebanyak 2.980 personel," ujar Luki.

"Adapun sasaran kegiatan pengamanan adalah kantor KPU, Bawaslu, gudang logistik, dan obyek vital lainnya yang berada di Jatim sengan melaksanakan kegiatan preventif dan represif," tandas Luki.
(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed