detikNews
Kamis 13 Juni 2019, 18:11 WIB

Kemarau Datang Lebih Awal di Magetan, 577 Hektare Lahan Padi Kekeringan

Sugeng Harianto - detikNews
Kemarau Datang Lebih Awal di Magetan, 577 Hektare Lahan Padi Kekeringan Tanaman padi yang dilanda kekeringan di Magetan/Foto: Sugeng Harianto
Magetan - Di Magetan, Ada 557 hektare tanaman padi yang mengalami kekeringan. Kemudian 167 hektare di antaranya telah puso atau gagal panen.

"Kami tidak menjumlah total kekeringan hanya rinciannya saja. Yang puso ada 167 hektare lainnya kategori berat sedang dan ringan," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Magetan Edy Suseno kepada wartawan di kantornya, Kamis (13/6/2019).

Menurut Edy, lahan kekeringan yang masuk kategori berat ada 151 hektare. Sedangkan kekeringan sedang mencapai 116 hektare dan yang masuk kategori ringan 143 hektare.


"Untuk kekeringan ringan 143 hektare, disamping puso 167 hektare," imbuhnya.

Edy menambahkan, ratusan hektare padi gagal panen karena musim kemarau datang lebih awal atau terjadi pada musim tanam. Para petani tidak mengira karena biasanya musim kemarau terjadi pada September.


"Kemarau nya lebih awal dari biasanya di Bulan September," tambahnya.

Seperti data yang dihimpun detikcom, tanaman padi yang mengalami kekeringan tersebar di empat kecamatan. Yakni Kecamatan Panekan,Barat, Sukomoro, Parang, dan Kecamatan Magetan.

Di Kecamatan Panekan, kekeringan terjadi di Desa Turi, Sidowayah, Banjarejo, Mangasri. Kemudian di Kecamatan Barat yakni di Desa Bogoreno.

Di Kecamatan Parang kekeringan melanda Desa Parang, Mategal, Ngaglik, Tamanarum, Pragak, Krajan, Joketro. Sedangkan di Kecamatan Sukomoro padi yang mengalami kekeringan ada di Desa Truneng, Bogem, Kedungguwo, Bibis dan Kentangan. Lalu di Kecamatan Magetan padi yang mengalami kekeringan ada di Desa Purwosari, Baron, Selosari dan Mangkujayan.

Saat ini, di Magetan terdapat 21 ribu hektare tanaman padi yang tersebar di 18 Kecamatan. Untuk antisipasi terjadinya gagal panen pada musim tanam MK kedua, Dinas Pertanian mengimbau petani untuk beralih menanam palawija.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed