detikNews
Selasa 11 Juni 2019, 18:51 WIB

Korban Keracunan Makanan di Mojokerto Bertambah Satu Orang

Enggran Eko Budianto - detikNews
Korban Keracunan Makanan di Mojokerto Bertambah Satu Orang Salah satu korban keracunan tengah menjalani perawatan/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Jumlah korban keracunan makanan di Mojokerto yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit bertambah satu orang. Korban juga mengalami mual, muntah dan diare.

Korban yang menyusul dibawa ke rumah sakit yakni Hernanik (46), warga Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Hernanik merupakan keponakan Wagimin (66), korban keracunan yang tewas dalam perjalanan ke RSI Sakinah, Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko.

Manajer Pelayanan Medis RSI Sakinah dr Roisul Umam mengatakan, Hernanik baru dibawa ke rumah sakit pada Senin (10/6) sekitar pukul 20.00 WIB. Korban kini menjalani rawat inap di ruangan nomor 11 Paviliun Sunan Gunung Jati. Menurutnya, Hernanik ikut makan-makan di sebuah villa kawasan wisata Telaga Sarangan.

"Korban yang rawat inap bertambah satu lagi. Keluhannya sama, yaitu mual, muntah dan diare. Karena masih ada keluhan, makanya dibawa ke rumah sakit," kata dr Umam kepada wartawan di Pavilun Sunan Gunung Jati RSI Sakinah, Selasa (11/6/2019).

Dengan begitu, korban yang dibawa ke RSI Sakinah menjadi 6 orang. Pasangan suami istri Wagimin (66) dan Tiah (58), anak serta menantu Wagimin, Nova Anggraeni (36) dan Heri Estianto (53). Keempat korban asal Jalan Watudakon, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.


Sementara 2 korban lainnya Juma'atin (64), saudara Wagimin asal Desa Gedangan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, serta Hernanik (46), keponakan Wagimin asal Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Dari 6 korban yang dibawa ke RSI Sakinah, tinggal 4 orang yang dirawat inap. Yaitu Nova, Heri, Juma'atin dan Hernanik. Wagimin tewas dalam perjalanan ke rumah sakit, sedangkan istrinya memilih pulang paksa, Senin (10/6) siang.

"Kondisi empat pasien yang saat ini rawat inap, tinggal satu pasien masih diare, tapi sudah membaik daripada kemarin. Kami berikan terapi cairan sama obat untuk meredakan muntah dan diarenya," terang dr Umam.

Mereka telah menjalani tes darah, rontgen, USG dan pemeriksaan lainnya saat tiba di IGD RSI Sakinah, Senin (10/6). Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel darah keempat korban telah keluar. Dengan begitu, dokter spesialis penyakit dalam bisa mendiagnosa penyebab keempat korban mengalami mual, muntah dan diare.

"Diagnosa dokter spesialis penyakit dalam memang keracunan makanan. Berdasarkan analisa semuanya, laborat analisa fisik dan lain-lain. Semuanya suspect keracunan makanan," kata dr Umam.


Keenam korban mempunyai hubungan keluarga. Sebelum keracunan, mereka mengisi libur Lebaran dengan rekreasi ke Telaga Sarangan, Magetan, Sabtu (8/6). Total 14 orang ikut dalam tamasya tersebut.

Sekitar pukul 20.00 WIB, belasan orang makan bersama di sebuah villa kawasan Telaga Sarangan. Dua jam berselang, sebagian dari mereka mengeluh pusing, mual, muntah dan diare. Menurut Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, keluarga tersebut keracunan sambal petis yang sudah basi.

Namun menurut Umam, untuk memastikan makanan yang menjadi sumber racun dibutuhkan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang disantap para korban. Sayangnya, petugas Dinas Kesehatan Kota Mojokerto yang melakukan penyidikan epidemologi tak menemukan sisa makanan di rumah korban.

"Untuk mengetahui jenis makanan penyebab keracunan haru uji sampel makanan di Labkesda. Itu yang repot (tidak ada sisa makanan)," pungkasnya.
(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed