Keseruan Warga Ponorogo Berebut Gunungan 1001 Ketupat

Charolin Pebrianti - detikNews
Selasa, 11 Jun 2019 10:42 WIB
Warga berebut gunungan ketupat/Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo - Pascalebaran, biasanya masyarakat Ponorogo menutupnya dengan makan ketupat. Jika biasanya tradisi makan ketupat di rumah masing-masing, namun kali ini berbeda.

Sebab di Desa Kalimalang, Kecamatan Sukorejo, disiapkan 1001 ketupat untuk dinikmati bersama. Bahkan disertai pertunjukan reog yang makin menambah semarak acara makan ketupat ini.

"Total ada 1001 ketupat yang dibentuk gunungan yang akan dinikmati warga," tutur Kades Kalimalang Riyadi di lokasi, Selasa (11/6/2019).

Riyadi menambahkan tradisi makan ketupat memang dilakukan di bumi reog sebagai penutup perayaan lebaran. Biasanya tradisi ketupat dilakukan pada hari ke-7 lebaran.


Pantauan detikcom, gunungan ketupat disiapkan oleh panitia di lapangan desa. Setelah masyarakat berkumpul, gunungan bersama reog diarak sejauh 1 KM ke lokasi panggung utama.

Warga makan 1001 ketupat di lapangan desa/Warga makan 1001 ketupat di lapangan desa/ Foto: Charolin Pebrianti

Tak sedikit warga yang antusias ingin segera menikmati gunungan ketupat. Ketupat dalam masyarakat Jawa biasa disebut Kupatan.

Makna ketupat adalah mengaku lepat atau kesalahan dengan cara bersilaturahmi dengan warga lainnya. Jumlah ketupat sebanyak 1001 yang bermakna sebagai wujud persatuan warga masyarakat Desa Kalimalang.

"Meski ada ribuan warga tapi tetap satu tujuan untuk membangun desa," terangnya.


Dalam acara ini juga ada pembagian hidangan ketupat secara gratis lengkap dengan lauk pauknya berupa sayur kentang bercampur dengan kacang-kacang yang memang khas masakan jawa. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi warga agar tidak berebut ketika gunungan ketupat dibagikan.

Selain itu ada hiburan penampilan tujuh dadak merak atau reog lengkap dengan para penari jathilnya. Mulai dari reog mini sampai reog dewasa sebagai hiburan sekaligus untuk melestarikan budaya Ponorogo.

"Ketupat yang isinya putih bersih ini juga menandakan sudah tidak ada iri dengki dihati manusia karena sudah saling memaafkan di lebaran kamarin pun juga sebagai wujud syukur setelah melakukan ibadah puasa sebulan penuh," pungkasnya.



Tonton video Urbanisasi dan Efek Bagi Kota Jakarta:

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)