detikNews
Senin 10 Juni 2019, 17:36 WIB

Dewi Perssik Sempat Histeris Saat Jenazah Ayahnya Dimasukkan Liang Lahat

Yakub Mulyono - detikNews
Dewi Perssik Sempat Histeris Saat Jenazah Ayahnya Dimasukkan Liang Lahat Dewi Perssik sempat histeris saat ayahnya dimasukkan liang lahat/Foto: Yakub Mulyono
Jember - Jenazah ayahanda Dewi Perssik, Mochammad Adil dimakamkan di makam keluarga yang dekat dengan kediaman kakaknya, Fathurrahman, Jalan Cempaka, Lingkungan Kedawung Kidul, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Jember, Jawa Timur, Senin (10/6/2019) sore.

Jarak dari rumah duka ke pemakaman keluarga tersebut kurang lebih sekitar 3 KM. Jenazah diberangkatkan ke makam, menggunakan mobil ambulans dan diikuti rombongan sejumlah mobil lain, yang salah satunya ditumpangi Dewi Perssik.

Pantauan detikcom saat proses pengantaran jenazah banyak diikuti sanak saudara, keluarga, dan juga perkumpulan pengajian 'Perkasa' bimbingan Kakak DP nomor 2 Masbin. Dengan dikawal polisi, proses pengantaran jenazah berlangsung lancar.


Sesampainya di pemakaman, Angga Wijaya Suami Dewi Perssik, Masbin anak kedua almarhum, dan Fathorrahman anak ketiga, turun ke lubang makam untuk membaringkan jenazah. Dalam prosesi tersebut, Dewi Perssik tampak menangis histeris sembari memanggil-manggil almarhum.

"Papi! Papi!" ucap Dewi Perssik saat jenazah almarhum dimasukkan ke liang lahat.

Saat itu isak tangis pun pecah, baik sanak saudara dan para pelayat tampak haru akan meninggalnya pria yang juga pernah menjadi kapolsek itu. Selain itu, setelah jenazah dimakamkan, Angga Wijaya Suami Dewi Perssik, tampak terus mendampingi. Bahkan sesekali terlihat, Angga memijit dahi istrinya. Karena DP mengeluh kepalanya sakit.


Dewi Perssik sesunggukan di makam ayahnya/Dewi Perssik sesunggukan di makam ayahnya/ Foto: Yakub Mulyono

Setelah prosesi pemakaman selesai, DP tampak sempoyongan karena lelah, dan Angga suaminya memapahnya ke dalam rumah Fathurrahman kakaknya. Sementara itu Masbin kakak kedua Dewi, menuturkan tentang kenangannya bersama sang ayahanda.

"Bagi saya sosok abah ini tipe orang pekerja keras. Karena mulai saya SMP dididik untuk mandiri. Bahkan saat masih menjadi (anggota) Polri di Provost pulang jam setengah 2 (dini hari), saya jadi keneknya, selama 2 tahun. Sambil saya (manfaatkan) untuk belajar nyopir (menyetir, red)," ujar Masbin kepada sejumlah media.

Ditanya kedekatan dan keakrabannya dengan DP. "Sama Dewi, abah itu sangat disayang. Apalagi Dewi anak paling bontot. Bahkan dengan kita ini (kakak-kakaknya) sangat disayang," ungkapnya. Sehingga hal itulah, yang membuat DP sangat terpukul mengetahui ayahanda nya meninggal.


Soal firasat, kata Masbin, juga turut dirasakannya. "Saya juga meraskan firasat (Ayahnya akan meninggal), sehingga Sabtu saya berangkat ke Jakarta. Saya datang dan sudah dalam kondisi koma 3 hari. Kemudian saya lihat matanya terbuka, kemudian saya pindah, ternyata bertahan karena bantuan alat (medis)," ujarnya mengisahkan saat-saat terakhir ayahanda akan meninggal.

"Kemudian kita mengaji semua, agar atas bantuan Allah, abah meninggal dengan tenang, dan tanpa kendala. Kemudian setelah itu seperti berpamitan dan meninggal itu," sambungnya.

Terkait pesan terakhir almarhum, katanya, agar anak-anaknya tetap menjadi satu. "Untuk lebih rukun, bertanggung jawab, dan mandiri. Substansinya seperti itu," pungkasnya.


Isak Tangis Dewi Persik Iringi Pemakaman Sang Ayah:

[Gambas:Video 20detik]


(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed