Anggota Wantimpres Liburan di Banyuwangi dan Siap ke Kawah Ijen

Anggota Wantimpres Liburan di Banyuwangi dan Siap ke Kawah Ijen

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 09 Jun 2019 14:55 WIB
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Suharso Monoarfa menikmati libur Lebaran di Banyuwangi bersama keluarga/Foto: Ardian Fanani
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Suharso Monoarfa menikmati libur Lebaran di Banyuwangi bersama keluarga/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Suharso Monoarfa menikmati libur Lebaran di Banyuwangi bersama keluarga. Ia mengajak istri, ketiga anaknya, ibunda dan beberapa keponakannya.

Suharso langsung disambut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sembari menikmati makan siang di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Suharso menikmati menu khas Banyuwangi yang disuguhkan, di antaranya nasi tempong, rujak soto dan pecel pitik.

"Saya banyak dapat cerita tentang kemajuan Banyuwangi, jadi saya ingin melihatnya," kata Suharso Monoarfa kepada wartawan, Minggu (9/6/2019).

Seusai makan siang, Suharso menikmati panorama Selat Bali di Pantai Solong, tepatnya di Villa Solong. Mereka tampak duduk-duduk santai di hamparan rerumputan hijau dan naungan daun nyiur di salah satu vila yang ada di bibir pantai tersebut.


"Di sini, enaknya sambil makan ketan dan menikmati secangkir kopi," kata Anas.

Suharso tampak tertarik untuk bermalam di Villa Solong. Begitu juga dengan rombongannya yang terlihat antusias berlarian di areal rerumputan. Sayangnya, villa tersebut sudah penuh dipesan wisatawan hingga sepekan ke depan.

Selesai menikmati panorama Selat Bali, Suharso menyaksikan ritual adat Tari Seblang di Desa Olehsari, Glagah. Ritual adat yang telah digelar sejak ratusan tahun silam itu digelar setiap awal bulan Syawal dan selalu dibanjiri ribuan pengunjung.

Rombongan keluarga Suharso Monoarfa diagendakan berlibur di Banyuwangi selama empat hari. Dari Sabtu siang hingga Selasa mendatang (11/6). Mereka bakal menginap di sebuah hotel di kaki Gunung Ijen.


"Rencananya, jika cuacanya tidak hujan, kita bakal melihat Kawah Ijen," imbuh Monoarfa.

Kawah Ijen yang dikenal dengan fenomena api birunya yang telah mendunia tersebut memang menjadi daya tarik wisatawan. Tak hanya wisatawan nusantara, tapi juga dari mancanegara.

"Keluarga juga ingin menikmati kuliner lokal dan membeli oleh-oleh dari para perajin batik, makanan ringan, serta kerajinan Banyuwangi," pungkas Suharso. (sun/bdh)