detikNews
Selasa 04 Juni 2019, 17:45 WIB

Dituduh Menipu dan Sita Rumah Dokter, Ini Jawaban Terlapor

Hilda Meilisa - detikNews
Dituduh Menipu dan Sita Rumah Dokter, Ini Jawaban Terlapor Kuasa hukum terlapor menunjukkan surat laporan dan bukti (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Seorang dokter senior di Surabaya, dr Budiyo Santoso melaporkan kejadian tidak menyenangkan yang dialaminya ke Polda Jatim. Budi menceritakan keluarganya harus diusir dari rumahnya sendiri dan beberapa barangnya dijarah.

Selain itu, Budi mengaku ada sekitar 50-an lelaki berbadan kekar mendatangi rumahnya yang berlokasi di Residance Sudirman, Surabaya. Para pria itu langsung menarik dan memaksa istrinya, Sri Yekti untuk keluar meninggalkan rumah. Sri Yekti memilih untuk bertahan hingga tangannya terkilir karena dipaksa keluar.

Dokter Budi menyebut hal ini dilakukan oleh Arman Arifin. Sebelumnya, Budi merasa ditipu Arman saat meminjam sejumlah uang pada Arman. Budi menyebut dalam surat yang ditandatanganinya, tertulis jual beli rumah. Padahal, dia hanya meminjam uang, tidak membeli rumah.

Menanggapi hal ini, Kuasa Hukum Arman, Rahadi mengatakan apa yang dikatakan oleh Budi tidak benar. Bahkan, Rahadi menambahkan jika pihaknya mengantongi bukti-bukti.


Misalnya saja pada pinjaman yang dikatakan dokter Budi, Rahadi menyebut hal tersebut bukanlah pinjaman. Namun dokter Budi memang menjual rumahnya seharga Rp 6 Miliar kepada Arman.

Rahadi menambahkan penjualan rumah itu dilakukan pada tahun 2017 dan sudah dilunasi di tahun yang sama. Tetapi hingga tahun 2019, Dokter Budi enggan untuk pindah dari rumah tersebut.

"Ini murni jual beli, saya berani ngomong karena ada buktinya kok. Bukan utang piutang. Kalau memang ada yang ngomong utang piutang, kami tantang tunjukkan buktinya mana. Jangan asal menjiplak saja. Kalau orang kan bisa ngomong apa saja, tapi bagaimana buktinya. Harga rumahnya Rp 6 Miliar yang saya bayar. Karena di akta semua Rp 6 miliar," kata Rahadi di Surabaya, Selasa (4/6/2019).

Rahadi juga menanggapi tuduhan yang menyebut pihaknya melakukan pencurian atau penjarahan semua barang di rumah tersebut. Dia mengatakan kliennya mengemas barang-barang itu dan dipindah ke gudangnya di Mojokerto. Hal ini karena rumah tersebut akan direnovasi.

"Itu sama sekali tidak benar. Karena pihak klien kami tidak melakukan pencurian, yang benar memindahkan barang itu. Semua secara utuh dan terpacking. Ada pada gudang pak Arman di Mojokerto," ungkap Rahadi.

"Ada bukti videonya, barang-barangnya kita packing utuh, di video semua kita taruh di gudang di By pass Mojokerto. Kita pindahkannya siang hari, bukan malam hari, ada suratnya. Sesuai prosedur semua kok kita," lanjutnya.


Tak hanya itu, terkait tuduhan istri dokter Budi, Sri Yekti yang mengaku diseret keluar rumah hingga terkilir, Rahadi menyatakan jika hal tersebut tidak benar. Bahkan, Rahadi bisa menunjukkan bagaimana proses saat dirinya meminta keluarga dokter Budi meninggalkan rumah.

Sementara saat ditanya siapa puluhan orang yang dibawa ke rumah tersebut bersamaan dengan keluarnya keluarga dokter Budi, Rahadi mengatakan kesemuanya merupakan tukang yang akan merenovasi rumah.

"Tuduhannya itu jelas mengada-ada dan sebuah fitnah karena berdasarkan fakta hukum kami tidak ada melakukan kekerasan. Kami bicara dengan santun, dia berjalan sendiri sampai di depan rumah. Sebelum kamu datang ke situ, mendatangi rumah," imbuhnya.

Untuk itu, Rahadi juga telah melaporkan Budi ke Polda Jatim lantaran dirinya masih menempati rumah yang telah dibeli kliennya. Selain itu, Rahadi juga melaporkan balik tuduhan istri dokter Budi yang mengatakan dirinya melakukan kekerasan saat melakukan pengosongan rumah.
(hil/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed