Dihantam Gelombang Tinggi, Pemudik di Selat Bali Pingsan karena Mabuk Laut

Dihantam Gelombang Tinggi, Pemudik di Selat Bali Pingsan karena Mabuk Laut

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 03 Jun 2019 20:01 WIB
Salah satu penumpang ferry yang mabuk laut (Foto: Ardian Fanani)
Salah satu penumpang ferry yang mabuk laut (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Meski cuaca di Selat Bali, Banyuwangi, kurang bersahabat, namun hal ini tak menyurutkan niat pemudik untuk pulang kampung. Baik siang maupun malam, kendaraan pemudik dari Pulau Bali yang menuju Pulau Jawa terpantau masih terus mengalir. Karena gelombang tinggi, banyak juga pemudik yang mengalami mabuk laut.

Di tengah-tengah banyaknya pemudik, tak sedikit pemudik yang mengalami kelelahan hingga mabuk laut. Salah satu pemudik bernama Vivi (20) warga Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi yang melakukan perjalanan mudik dari Bali dilaporkan pingsan lantaran mengalami mabuk laut karena gelombang tinggi di Selat Bali.

Vivi yang mengendarai motor bersama rekannya itu langsung dievakuasi oleh penumpang lain dengan menggunakan mobil menuju posko kesehatan di Pelabuhan Ketapang guna menjalani perawatan.


"Ombaknya tinggi, teman saya itu pingsan karena mabuk laut. Dia bersama teman lainnya naik motor. Saat pingsan di dalam kapal langsung saya naikkan ke atas mobil dan saya antar ke posko kesehatan di Ketapang ini," kata Adi, rekan korban kepada wartawan, Senin (3/6/2019).

Data posko kesehatan pelabuhan menyebut, sejak H-7 hingga hari ini jumlah pemudik yang dirawat sudah mencapai 31 orang.

"Mayoritas mereka mengalami kelelahan dan mabuk laut karena cuaca sedang tidak bersahabat di Selat Bali. Yang banyak mengalami sakit pemudik yang menggunakan motor," kata Sugianto penanggung jawab Posko Kesehatan Pelabuhan Ketapang.


Untuk memfasilitasi pemudik yang kelelahan ataupun sakit, posko kesehatan pelabuhan siaga 24 jam melayani pemudik yang perlu menjalani perawatan. Posko kesehatan di pelabuhan juga memberikan fasilitas pemeriksaan gratis kepada pemudik maupun kru kapal ataupun kru pelabuhan untuk memeriksakan kesehatannya. Jika memang membutuhkan penanganan lebih lanjut, petugas kesehatan akan membawa pasien atau korban ke rumah sakit terdekat.

"Pemeriksaan meliputi tensi darah, cek kolesterol hingga hipertensi. Gratis, semuanya boleh memeriksakan di posko untuk memastikan tubuh kita dalam kondisi sehat," pungkas Sugiyanto. (iwd/iwd)