Puluhan Ribu Jemaah Padati Masjid Al Akbar di Malam Ganjil Terakhir Ramadhan

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 03 Jun 2019 08:49 WIB
Jemaah Masjid Al Akbar Surabaya melakukan qiyamul lail dan iktikaf (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya - Sekitar 40 ribu umat muslim memenuhi Masjid Al Akbar Surabaya (MAS). Mereka memanfaatkan malam ganjil terakhir di bulan Ramadhan dengan qiyamul lail dan iktikaf untuk mendapatkan malam lailatul qadar.

Humas Masjid Nasional Al Akbar Surabaya Helmy Muhammad Noor mengatakan membludaknya jamaah qiyamul lail di malam ganjil terakhir mencapai 30 ribu jamaah. Hal itu sedikit mengejutkan sebab pada malam ganjil terakhir biasanya ada penurunan drastis jamaah yang disebabkan berdekatan dengan arus mudik.

"Hasil evaluasi internal pengurus masjid yang pertama adalah volume jemaah tertinggi di malam ganjil 27 tembus 40 ribu jemaah. Kemudian malam ganjil 29 pagi ini 30 ribu jamaah. Malam 25, 23 dan 21 rata-rata sebanyak 20 ribu jamaah," kata Helmy kepada detikcom di masjid Al Akbar, Senin (3/6/2019).

"Yang menarik lagi, estimasi kami pada malam ganjil 29 terakhir ini akan terjun bebas paling di kisaran 10 ribu jamaah karena faktor mudik. Ternyata malam ganjil 29 jamaahnya melampaui dari perkiraan kami. Karena pada malam terakhir tahun kemarin terjun bebas. Artinya apa, faktor mudik tidak berpengaruh pada kecintaan qiyamul lail," lanjutnya.


Menurut Helmy, dari membludaknya jemaah qiyamul lail selama 10 hari terakhir Ramadhan, jemaah didominasi kalangan milenial dan keluarga muda. Sedangkan jemaah selebihnya dari kalangan orang yang sudah berumur.

"Jemaah yang ikut qiyamul lail 60 persen lebih dari anak-anak milenial dan keluarga muda sisanya orang-orang yang sudah berumur. Ini adalah potensi yang sangat luar biasa Surabaya sebagai kota urban dan metropolis ini harus kita ramut," ungkapnya.

Helmy menjelaskan salat qiyamul lail pada malam ganjil dibagi menjadi tiga tahap. Yakni, salat tahajud empat rakaat dua salam, tasbih empat rakaat dua salam, tahajud empat rakaat dua salam dan hajat. Sebelum memulai salah hajat biasanya imam akan mengarahkan jemaah dengan melanjutkan sujud syukur.

"Diakhiri salat hajat dan sujud syukur sekaligus berdoa. Minta doa apapun silakan. Sebelumnya imam mengarahkan untuk sujud syukur selama-lamanya. Dan kemudian bangun dan doa bersama lagi bersama-sama," ujar Helmy.

Sedangkan selama qiyamul lail berlangsung, terang Helmy, pihaknya juga menyiapkan tim medis mengantisipasi jemaah yang sakit. Selain itu setiap sudut masjid juga dijaga petugas keamanan.

"Al Akbar setiap qiyamul lail menyiapkan 2 unit ambulans, 4 dokter plus paramedis, kita punya posko kesehatan dari tim pengamanan ketika ada keluhan kesehatan langsung ditangani di posko kesehatan," terangnya.

"Jika kami tidak mampu menangani kesehatan maka kami sudah berkoordinasi dengan rumah sakit terdekat. Alhamdulillah hingga malam 29 tidak ada jamaah yang dirujuk. Rata-rata jamaah yang sakit hanya ringan saja seperti sakit perut saja," lanjut Helmy.

Sementara itu salah seorang jemaah Tegar Dwi Priambodo (18) mengatakan dirinya datang ke masjid Al Akbar karena ingin mendapatkan keutamaan di 10 malam ganjil terakhir. Untuk itu, ia rela datang jauh-jauh dari Taman, Sidoarjo.


"Ramadhan kemarin di Al Akbar juga. Alasannya ya ngejar keutamaan 10 hari terakhir di malam ganjil Ramadhan. Tiap Ramadhan rutin qiyamul lail. Tapi biasanya beda-beda masjid," ujar Tegar

Senada dengan Tegar, salah satu jemaah lainnya Candra (18) mengaku ingin mendapatkan keutamaan malam ganjil Ramadhan dengan melakukan qiyamul lail di Al Akbar. Selain itu, ia mengaku mendapatkan ampunan serta agar bisa melatih konsistensi dalam beribadah.

"Yang pertama mencari keutamaan dan diampuni oleh Allah SWT untuk dosa-dosa yang telah diperbuat. Kalau saya sudah dua kali malam 25 dan 29 di Al Akbar. Tiap Ramadhan pasti qiyamul lail tapi kadang di sini kadang di masjid dekat rumah," ucap Candra.

"Ya semoga bisa tetap istiqamah menjalankan ibadah setelah usai Ramadhan ini. Tetap ikhtiar lah jangan hanya di bulan Ramadhan saja," pungkasnya.


Simak Juga 'Ratusan Tenda Iktikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan':

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/iwd)