Tradisi Salam Tempel di Kediri, Ribuan Warga Antre Sejak Pagi

Andhika Dwi - detikNews
Rabu, 29 Mei 2019 09:20 WIB
Ribuan warga antre di halaman PT Gudang Garam Tbk/Foto: Andhika Dwi
Kediri - Sejak pagi buta, ribuan warga Kediri, Nganjuk dan Tulungagung telah mengantre di halaman kantor PT Gudang Garam Tbk (GG). Mereka datang demi mendapatkan zakat maal dari perusahaan rokok tersebut.

Wagirin (60), warga Kota Kediri rela antre sejak usai makan sahur demi mendapat 'Salam Tempel'. Ia antre di areal Unit 1 GG, Jalan Semmpit Kota Kediri.

"Saya sudah di sini sejak usai makan sahur mas. Alhamdulillah saya di sini sudah sejak 4 tahun lalu selalu ikut. Alhamdulillah tahun ini salam tempelnya Rp 50 ribu naik. Bisa buat lebaran sama keluarga," ucap Wagirin di lokasi, Rabu (29/5/2019).


Hal berbeda diungkapkan Ratna (45), warga Banjaran, Kota Kediri. Ia sengaja mengantre untuk mendapatkan salam tempel dari salah satu perusahaan rokok terbesar di Asia itu sekadar mengikuti tradisi. Karena sejak dulu dirinya dan teman-teman selalu ikut antre.

"Bagi saya ini merupakan sebuah tradisi, alhamdulillah dapat 50 Ribu, tapi tradisi aja mas," ucap Ratna.

Ribuan warga antre 'salam tempel' Rp 50ribu/Ribuan warga antre 'salam tempel' Rp 50ribu/ Foto: Andhika Dwi

Menurut Kabid Humas PT Gudang Garam Tbk Iwhan Tri Cahyono, pembagian salam tempel kali ini berbeda dengan tahun yang lalu. Masing-masing warga diberikan salam tempel berupa uang sebesar Rp 50 ribu per orang, baik anak maupun dewasa.

Untuk tahun ini peserta salam tempel mengalami penurunan dibanding tahun kemarin. "Kalau untuk tahun ini mengalami penurunan mas, tahun kemarin sekitar 8 ribuan, untuk tahun ini sekitar 4 ribuan orang mas," jelas Iwhan.


Dalam pelaksanaannya, 300 petugas keamanan yang terdiri dari TNI, Polri dan petugas keamanan internal PT GG disiagakan untuk mengantisipasi kericuhan. "Ini merupakan bentuk syukur dan tradisi perusahaan yang berbagi terhadap warga masyarakat sekitar Kediri jelang Idul Fitri," imbuh Iwhan.

Kendati tidak pernah diumumkan secara publik, namun masyarakat yang datang selalu berjumlah ribuan, dan berasal dari wilayah Keresidenan Kediri.

Dari pengamatan detikcom, kegiatan salam tempel ini berlangsung kondusif. Memang ada ribuan orang yang datang, namun mereka antre dan tertib membentuk barisan. Ada pemisahan barisan antrean untuk warga lansia, perempuan, dan anak-anak. (sun/fat)