DetikNews
Jumat 24 Mei 2019, 09:21 WIB

Hati-hati, Ini Titik Rawan Macet Mudik di Tulungagung

Adhar Muttaqin - detikNews
Hati-hati, Ini Titik Rawan Macet Mudik di Tulungagung Jembatan Ngujang 2/Foto: Adhar Muttaqin
Tulungagung - Satuan Lalu Lintas Polres Tulungagung mulai melakukan pemetaan jalur dan titik rawan kemacetan saat Mudik Lebaran 2019. Polisi akan memaksimalkan pemanfaatan Jembatan Ngujang 2 untuk mengurangi potensi macet dari arah Surabaya.

Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Wisnu S Kuncoro mengatakan, dari hasil analisa dan pemetaan, titik rawan kemacetan sama dengan tahun lalu. Yakni di kawasan Ngantru atau Jembatan Ngujang.

Lokasi tersebut merupakan pertemuan arus lalu lintas dari Surabay-Blitar dan Tulungagung-Trenggalek . Di sisi lain terjadi penyempitan jalur atau bottle neck menuju arah jembatan, sehingga peningkatan arus saat mudik maupun pada saat Lebaran membuat arus lalin akan menjadi tersendat.


"Titiknya sama dengan tahun kemarin, yang utama di Ngujang 1, tapi coba untuk tahun ini kami maksimalkan Jembatan Ngujang 2 yang baru diresmikan itu," kata AKP Wisnu S Kuncoro, Jumat (24/5/2019).

Pada saat terjadi peningkatan arus lalu lintas yang signifikan, mobil pribadi dan sepeda motor dari arah Kediri atau Surabaya akan dialihkan melalui Jembatan Ngujang 2. Sedangkan yang melintasi jembatan Ngujang 1 dari arah Kediri dan Surabaya hanya angkutan umum dan kendaraan besar.

"Kalau tahun lalu kami menerapkan sistem contra flow di Jembatan Ngujang 1, karena jembatan baru belum selesai dibangun. Sekarang kami minimalisir dengan dialihkan ke Ngujang 2," imbuhnya.

Wisnu menjelaskan, kepadatan arus lalin di kawasan Ngantru biasanya terjadi pada arus Mudik. Kemudian puncaknya pada saat lebaran dan arus balik. Sebab terjadi pertemuan antara arus warga yang hendak berlebaran ke rumah sanak saudara dengan warga yang akan balik ke kota.


Selain di kawasan Ngantru, potensi kemacetan diprediksi juga akan terjadi di beberapa titik di dalam kota. Terutama di kawasan pertokoan. Kondisi tersebut disebabkan kondisi jalan yang sempit dan minimnya lahan parkir. Sehingga warga memanfaatkan sebagian badan jalan untuk memarkir kendaraan.

Sementara itu titik lain yang ditengarai juga akan menjadi simpul kepadatan arus lalu lintas berada di Jalur Pantai Selatan (Pansela). Khususnya yang mengarah ke destinasi wisata. Rencananya Satlantas akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan menerapkan sistem buka tutup.

"Jika arus sudah terlalu padat di JLS (Pansela). Utamanya untuk yang menuju Pantai Gemah, arus sementara di pertigaan bawah kita tutup," pungkasnya.
(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed