DetikNews
Rabu 22 Mei 2019, 16:52 WIB

Tarif Bus Jakarta-Malang Saat Mudik Melonjak, Ini Penyebabnya

Muhammad Aminudin - detikNews
Tarif Bus Jakarta-Malang Saat Mudik Melonjak, Ini Penyebabnya Foto: Agung Pambudhy/Ilustrasi
Malang - Tarif bus tujuan Jakarta-Malang diprediksi naik saat arus mudik 2019. Kenaikan ini disebabkan beberapa faktor. Selain melonjaknya jumlah penumpang, biaya tol trans Jawa turut menjadi penyebabnya.

Direktur PT Gunung Harta Transport Solution, I Gede Yoyok Santoso mengatakan, kenaikan sangat lazim terjadi pada musim mudik dan arus balik Lebaran. Kendati demikian, pemberlakuan tarif di atas normal dilakukan situasional.

"Jadi tidak bisa kita bilang naik terus. Kita situasional saja. Memang ada kenaikan sampai 40 persen, namun terjadi karena banyaknya permintaan, sementara armada tak mencukupi," kata Gede kepada detikcom, Rabu (22/5/2019).

Dikatakan harga tiket normal tujuan Jakarta-Malang dan sebaliknya berkisar Rp 340 ribu per orang. Tentunya besaran tarif itu tak bisa dijalankan saat arus mudik nanti.

Besaran biaya tol trans Jawa, kata Gede, juga mempengaruhi kenaikan tarif dari hari biasanya. "Kita bayar tol sampai Rp 800 ribu sekali berangkat, kalau PP sudah Rp 1,6 juta. Itu juga mempengaruhi untuk kenaikan tarif," jelasnya.

Gede sendiri tak berani mematok tarif yang akan diberlakukan para arus mudik nanti. Karena lebih melihat kondisi pada hari itu. "Jadi tidak bisa ditentukan sekarang, bisa naik, bisa saja normal. Kalau turun sangat tidak mungkin," tegasnya.

Adanya tol Trans Jawa, kata dia, sangat membantu PO dalam pelayanan. Khususnya, dalam kecepatan waktu pada tempat tujuan. Jika dulu, sebelum adanya tol Trans Jawa, perjalanan Jakarta-Malang bisa menghabiskan waktu sampai 15 jam lebih.

"Sekarang bisa 10 jam, apalagi pintu tol sudah ada di Malang. Akan lebih cepat lagi. Kita sehari 6 unit beroperasi untuk satu tujuan, jika ditotal 12 unit PP," bebernya.

PO Gunung Harta sendiri memiliki 25 armada dengan berbagai kota tujuan. Selain Jakarta-Malang, ada trayek lainnya yakni Banyuwangi - Jember - Jakarta - Bogor PP, selanjutnya untuk trayek Blitar-Tulung Agung-Jakarta PP, dan trayek Ponorogo-Jakarta PP, serta trayek tujuan lain.

PO Gunung Harta juga menghadirkan 2 unit bus Mercedes-Benz Type OC 500 RF 2542 dan 4 unit Bus Scania K410 IB 6*2, demi kenyamanan penumpang. Semuanya memiliki daya tampung 36 kursi.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed