detikNews
Senin 20 Mei 2019, 11:30 WIB

Jasa Penukaran Uang Baru, Bisnis Musiman yang Menggiurkan Warga Blitar

Erliana Riady - detikNews
Jasa Penukaran Uang Baru, Bisnis Musiman yang Menggiurkan Warga Blitar Jasa penukaran uang di Blitar/Foto: Erliana Riady
Blitar - Saat bulan Ramadhan mulai banyak masyarakat membuka lapak penukaran uang baru di Blitar. Bisnis musiman ini ternyata sangat menggiurkan. Karena hasil yang didapat, bisa mencapai jutaan rupiah dalam waktu sebulan.

Seperti yang dilakukan Alam, seorang warga Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar. Pria berusia 54 tahun ini telah puluhan tahun bergelut dalam bisnis yang jamak dilakukan menjelang lebaran.

Sejak pukul 08.00 wib - 17.00 wib, Alam membuka lapaknya sejak hari pertama Ramadhan. Dengan sebuah meja, dipajang lembaran 5 ribuan, 10 ribuan, 2 ribuan, bahkan seibuan dalam sebuah plastik. Nominal setiap plastik beragam. Namun biasanya kelipatan 10 dari masing-masing nominal itu.

"Setiap satu plastik begini, saya ambil uang jasa. Kalau masih awal puasa begini tidak bisa banyak. Paling hanya Rp 6.000 per plastik. Tapi kalau sudah H-10 bisa sampai 10 persen ambil uang jasanya," kata Alam kepada detikcom di lapaknya Jalan Kenanga Kota Blitar, Senin (20/5/2019).

Saat ini, Alam mengaku sekitar Rp 3,5 juta uang/hari yang telah ditukarkan di lapaknya. Dari jumlah itu, dia mengaku bisa mendapatkan untung sekitar Rp 250 ribu-Rp 300 ribu/hari.

Pada tahun-tahun sebelumnya, Alam biasa mengambil dari bandar sebanyak Rp 50 juta. Bandar itu merupakan temannya dari Jakarta yang punya akses ke bank untuk mendapatkan uang baru. Alam biasanya membayar uang jasa pada sang bandar sebesar Rp 2 juta.


"Kalau ke bank tidak bisa. Harus pakai kupon dan hanya satu paket senilai Rp 3,7 juta. Kami juga tidak bisa milih. Kalau di bandar kan bisa milih lembaran seribuan, dua ribuan, lima ribuan sampai limapuluh ribuan," kata Alam.

Dari Rp 50 juta uang baru itu, Alam mengaku bisa meraup keuntungan sampai Rp 5 juta. Namun untuk tahun ini, dia hanya menyiapkan uang baru sebesar Rp 40 juta saja.

Selain semakin banyak pesaing tersebar sampai ke desa-desa, pemerintahan Jokowi dinilainya sudah mempermudah akses masyarakat luas untuk menukarkan uang baru ke bank.

"Kalau uang baru dari bandar malah asli mbak. Saya biasanya suruh yang nukar memeriksa semua dulu. Dikeluarkan dari plastiknya biar masyarakat yakin kalau itu asli," imbuhnya.

Meski semua bank melayani penukaran uang baru, namun animo masyarakat memakai jasa penukaran uang di jalan tetap banyak. Seperti penuturan Sri Hayati, warga Kecamatan Nglegok ini.

"Antrenya tidak kuat mbak. Lagian harus satu paket Rp 3,7 juta. Kalau di sini kan tidak antre. Seadanya uang yang kita punya, dan bisa milih butuhnya pecahan berapa saja, bebas," pungkasnya.

MUI Kota Blitar mengharamkan penukaran uang baru yang marak beredar jelang lebaran. Selisih antara uang yang ditukarkan, itu masuk kategori riba. Untuk itu MUI mengimbau, sebaiknya penukaran uang dilakukan langsung ke bank.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed