detikNews
Minggu 19 Mei 2019, 20:38 WIB

Polisi Surabaya Terus Cegah Pergerakan Massa Aksi 22 Mei ke Jakarta

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Polisi Surabaya Terus Cegah Pergerakan Massa Aksi 22 Mei ke Jakarta Polwan memeriksa barang bawaan calon penumpang di Stasiun Gubeng/Foto: Deni Prastyo Utomo
Surabaya - Polrestabes Surabaya terus melakukan antisipasi terkait aksi 22 Mei di Jakarta. Petugas melakukan sweeping di Stasiun Surabaya Gubeng dan Stasiun Surabaya Pasar Turi.

Pihak kepolisian memeriksa identitas para calon penumpang tujuan Jakarta. Termasuk seluruh barang bawaan mereka.

Untuk calon penumpang perempuan diperiksa polwan. Sedangkan laki-laki diperiksa anggota polisi. Saat proses pemeriksaan, para calon penumpang diminta membuka sendiri barang bawaannya. Mulai dari tas hingga koper.

Salah satu penumpang yang diperiksa yakni Weldy. Pria asal Jember itu hendak pulang ke Jakarta menggunakan kereta dari Stasiun Surabaya Gubeng. Ia mengaku tidak terganggu dengan sweeping yang dilakukan petugas.


"Bagus pemeriksaannya, tapi alangkah baiknya menggunakan peralatan seperti di bandara yang mengunakan alat. Sebab kita sudah lama packingnya jadi dibuka lagi. Tapi tidak masalah demi keamanan," kata Weldy kepada detikcom, Minggu (19/5/2019).

Pendapat serupa disampaikan Kartika. Perempuan yang berprofesi sebagai dokter spesialis anak di RSU dr Soetomo itu diperiksa oleh polwan. Meski sempat kaget, namun pada akhirnya ia memaklumi apa yang tengah dilakukan polisi..

"Kaget sih, karena ini baru pertama kali naik kereta. Karena biasa naik pesawat pakai screening ini tadi disuruh buka sendiri barang bawaan," ujar Kartika.

Kartika pulang ke Jakarta karena ada urusan keluarga. Ia mengaku baru pertama kali pulang menggunakan kereta karena harga tiket pesawat melambung tinggi.

"Biasa naik pesawat, tapi saat ini harga tiket pesawat naik. Jadi mencoba menggunakan kereta cukup lumayan hemat," imbuh Kartika.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho menyampaikan jika kegiatan pengamanan di dua stasiun tersebut untuk mengantisipasi keberangkatan warga yang akan mengikuti aksi 22 Mei di Jakarta.

"Giat ini untuk mengantisipasi kegiatan masyarakat yang mau ke Jakarta, untuk yang melaksanakan kegiatan demo-demo itu. Kita antisipasi untuk kita imbau tidak berangkat dan balik ke tempat masing-masing," kata Sandi.

Sandi mengimbau masyarakat agar untuk bersabar dan mempercayakan semua proses Pemilu 2019 kepada pihak yang berwenang. Dalam pengamanan di Stasiun Surabaya Gubeng, sebanyak 45 personel dari Shabara, polwan dan polsek jajaran dilibatkan.

"Percayakan kepada pemerintah, percayakan pada Bawaslu, percayakan pada KPU untuk melaksanakan penyelesaian akhir Pemilu," pungkas Sandi.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed