detikNews
Minggu 19 Mei 2019, 19:59 WIB

Gus Aam Klaim 2.500 Warga Jatim Sudah Berangkat ke Jakarta

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Gus Aam Klaim 2.500 Warga Jatim Sudah Berangkat ke Jakarta Gus Aam (kiri)/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Wahab Hasbullah, KH Solachul Aam Wahib Wahab atau Gus Aam mengatakan, ada ribuan relawan yang berangkat ke Jakarta sejak Sabtu (18/5). Ribuan relawan itu akan mengikuti aksi bela kedaulatan rakyat pada 22 Mei.

Gus Aam menambahkan, ribuan relawan dari seluruh penjuru Jatim berangkat secara rombongan. Kemudian untuk transportasinya, Gus Aam mengatakan bahwa mereka menggunakan beragam kendaraan.

"Mulai kemarin sudah ada yang berangkat, ada yang naik kereta, dengan bus, ada yang naik pesawat, ada yang naik mobil sendiri. Dari semua daerah di Jatim. Mulai dari Banyuwangi sampai Ponorogo," kata Gus Aam saat ditemui di Graha Astranawa Gayungsari Surabaya, Minggu (19/5/2019).


Pria yang menjabat sebagai Ketua Umum Barisan Kiai dan Santri Nahdliyin (BKSN) itu menyebutkan, sudah ada sekitar 2.500 relawan yang berada dalam perjalanan menuju Jakarta. Jumlah ini baru seperempat dari total 10 ribu massa dari Jatim yang diprediksi bakal hadir di Jakarta pada 22 Mei.

"Kami berangkat sejak kemarin Sabtu sampai paling lambat Selasa (21/5), kalau target 10 ribu massa, mungkin kita bagi menjadi 4 keberangkatan. Sekarang yang berangkat sekitar 2.500 massa," imbuhnya.

Gus Aam menambahkan, para relawan berangkat atas dasar keinginan sendiri. Dia menegaskan, mereka tidak diperintah siapapun namun murni panggilan jiwa.

"Mereka berangkat dengan niat sendiri, sukarela, dan biaya sendiri. Kemudian mereka berangkat juga karena merasa terpanggil untuk hadir di Jakarta," imbuhnya.

Terkait sweeping yang dilakukan polisi di sejumlah titik pemberangkatan, Gus Aam menyikapinya dengan santai. Ia menyebut sikap aparat keamanan itu merupakan hal yang wajar.

"Menurut saya sih itu wajar-wajar saja. Yang penting buat kita pemeriksaan saja. Kita kan gak bawa apa-apa, kecuali kalau kita bawa sajam, itu memang harus diamankan. Yang penting harus jelas aja maksudnya Pak Polisi melakukan razia itu apa. Saya rasa massa juga gak bawa apa-apa paling juga bawa baju, bawa sarung," pungkasnya.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed