DetikNews
Sabtu 18 Mei 2019, 01:09 WIB

Ponpes Pendukung Prabowo di Bondowoso Berharap 22 Mei Tetap Kondusif

Chuk S Widarsha - detikNews
Ponpes Pendukung Prabowo di Bondowoso Berharap 22 Mei Tetap Kondusif Pertemuan antara Kepolisian Bondowoso dengan pihak Ponpes Al-Islah/ Foto: Chuk S Widarsha
Bondowoso - Pondok Pesantren Al-Islah di Dadapan, Bondowoso berjanji untuk tak ikut-ikutan melakukan people power. Menurut mereka people power hanya digunakan untuk menjaga NKRI.

"Ponpes Al-Islah punya prinsip yang sama. Al-Islah, TNI dan Polri mempunyai kesamaan prinsip untuk menjaga stabilitas keamanan negara," kata Pengasuh Ponpes Al-Islah melalui Sekretaris Yayasan dan Pembantu Umum Pimpinan Al-Islah, Ustaz Sudirman usai menerima kunjungan Kapolres Bondowoso bersama rombongan di pondoknya, Jumat (17/5/2019).

Menurutnya, keamanan harus terus dijaga untuk memberikan ketenangan bagi masyarakat. Terutama menjelang penetapan hasil Pemilu 2019 oleh KPU RI, 22 Mei mendatang.


"Itu merupakan prinsip yang sangat Islami. Yang harus dijaga oleh siapapun, kapanpun dan di manapun," imbuh Sudirman.

Terlebih, kata dia, saat ini bulan suci Ramadhan. Harus memberikan suasana yang nyaman bagi siapa saja, terutama bagi umat Islam agar bisa melaksanakan ibadah puasa dengan tenang.


Ditanya tentang isu people power yang lagi hangat diperbincangkan, ia mengatakan jika rakyat tidak akan diam jika keutuhan NKRI terancam. Menurutnya siapapun yang akan yang mengancam kedaulatan bangsa, kedaulatan negara apalagi Kedaulatan Pancasila, rakyat Indonesia akan menghadapinya.

Sekadar informasi, Al-Islah sebelumnya dikenal sebagai pendukung berat Pasangan Capres Cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi. Saat mengunjungi Bondowoso atau wilayah Tapal Kuda, keduanya bisa dipastikan selalu mampir ke ponpes yang didirikan almarhum KH Maksum itu.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed