DetikNews
Jumat 17 Mei 2019, 21:09 WIB

Wagub Emil Bocorkan Hasil Pertemuan 8 Kepala Daerah dan AHY di Bogor

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Wagub Emil Bocorkan Hasil Pertemuan 8 Kepala Daerah dan AHY di Bogor Foto: Istimewa
Surabaya - Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak menyampaikan hasil pertemuan dengan 8 kepala daerah, Yenny Wahid dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Bogor. Emil mengatakan forum tersebut untuk bertukar pikiran menyikapi kondisi bangsa saat ini.

"Hasil pertemuan di Bogor pada intinya kita bertukar pikiran tentang kondisi bangsa. Kita melihat kok kayaknya perbedaan ini benar-benar menjadi sesuatu yang mengakar," kata Emil saat ditemui usai buka puasa bersama Forkopimda Jatim di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (17/5/2019).

Emil mengatakan dirinya cukup resah melihat adanya perbedaan pandangan yang semakin menimbulkan permusuhan. Para kepala daerah ini memiliki tujuan yang sama untuk menjadikan perbedaan sebagai warna bangsa.


"Perbedaan pandangan itu menjadi sesuatu yang memisahkan, polarisasi. Nah kita ingin ayo saatnya bangsa sekarang jangan fokus pada perbedaan sebagai sesuatu yang memisahkan, tapi perbedaan sebagai sesuatu yang tentunya memperkaya warna bangsa kita," ucap Emil.

"Jangan sampai perbedaan itu menjadikan permusuhan, tapi tetap menjadi sebuah warna yang kita terima," imbuhnya.

Tak hanya itu, Emil juga menceritakan saat mengisi kuliah di Universitas Islam Malang (Unisma), dia menganalogikan kepada mahasiswa biasanya ada kelompok pemakan bubur dari pinggir dan dari tengah. Kadang, perbedaan cara makan ini menjadikan dua kelompok ini tak sejalan.


Emil pun mengajak masyarakat tidak serta merta membawa perbedaan ini setiap waktu. Karena hal ini tentu menjadi pemisah bangsa.

"Nah ini saya tadi dari Unisma, analoginya ada kan pasukan pemakan bubur dari pinggir sama dari tengah. Ada yang bilang, 'eh pokoknya kita mau pergi nih jangan ajak dia, kita makan bubur dari pinggir bukan dari tengah'," papar Emil.

"Padahal kan mereka lagi makan mie godog, gak pengaruh sebenarnya. Masak mau makan mie godog aja perbedaan bubur dibawa-bawa. Kan kita sama-sama komit bahwa polarisasi itu jangan dibawa kemana-mana, jadi perbedaan itu jangan dianggap sebagai pemisah," pungkas Emil.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed