DetikNews
Jumat 17 Mei 2019, 19:43 WIB

Kantongi Izin Konservasi, KBS Akhirnya Bisa Lakukan Pertukaran Satwa

Amir Baihaqi - detikNews
Kantongi Izin Konservasi, KBS Akhirnya Bisa Lakukan Pertukaran Satwa Foto: Amir BaihaqiDirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLH Wiratno menyerahkan SK Izin Konservasi ke Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini/
Surabaya - PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) bakal bisa mengelola satwa lebih makmimal ke depannya. Sebab, saat ini KBS telah mengantongi SK Izin Konservasi dari Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

"KBS itu icon city, landmark dari Surabaya. Dan dari leaderahipnya Bu Risma konservasi berkembang mulai KBS, hutan kota, ada juga penanganan sampahnya," kata Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Wiratno saat audiensi di kediaman wali kota Jalan Sedap Malam, Jumat (17/5/2019).

Wiratno menjelaskan, dengan mengantongi SK Izin Konservasi, KBS nantinya akan mampu mengelola satwa secara mandiri dan bisa melakukan pertukaran satwa dengan pihak lain.

"Mengelola satwa itu lalu bisa tukar menukar satwa. Kalau kewajibannya ya itu menyejahterkan satwa. Itu ada animal right dan animal ethic. Kalau burung itu kandangnya ya yang besar sehingga dia cukup untuk terbang misalkan seperti itu," imbuh Wiratno.


Sedangkan untuk pengurusan izin konservasi, terang Wiratno, saat ini sangat mudah dan transparan. Karena pihaknya telah melakukan sistem online submission system (OSS) untuk mempercepat dan mempermudah perizinan bagi yang memerlukannya.

"Sekarang ada sistem baru tes OSS (online submission system) tapi semuanya tidak ada yang lama apalagi semua persyaratannya sudah dipenuhi. Tidak ada yang ditutupi semua terbuka. Kalau ada masalah dengan satwa dan kawasan konservasi saya bisa dihubungi langsung. Nomor hp saya 082111738988 langsung berhubungan dengan saya boleh," paparnya.

Wiratno juga memuji kemampuan KBS yang bisa mengembangbiakan komodo sampai 146 ekor. Terlebih lagi komodo merupakan satwa kebanggaan nasional.

Dengan begitu, pihak KBS ke depan bisa melakukan pertukaran satwa dengan pihak lain. Padahal untuk melakukan pertukaran satwa, hal itu tidak mudah. Sebab harus mendapat izin terlebih dahulu dari presiden.


"Komodo di KBS ada sekitar 146 ekor sehingga potensi ke depannya untuk mengelola komodo sebagai satwa sangat yang luar biasa. Sebab ini satwa kebanggaan nasional. Karena kalau tukar menukar komodo harus ada izin dari presiden. Kalau di Cina (satwa kebanggaannya) kan panda," ujar Wiratno.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan dengan SK Izin Konservasi itu, maka KBS akan lebih fleksibel tak hanya pengelolaan satwa tapi juga pembangunan maupun keuangan.

"Kalau kita sudah dapatkan izin konservasi maka PD Taman Satwa KBS ini bisa lebih fleksibel dalam mengelola baik penggunaan uang dan pembangunan terutama kemitraan satwa," urainya.

"Jadi, kemarin kita kan agak takut kita memperbaiki kandang saja ada yang menakut-nakuti. Nah sekarang dengan izin konservasi ini susah tidak ada lagi alasan. KBS ini melakukan perbaikan kualitas KBS yang lebih baik lagi," pungkasnya.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed