DetikNews
Jumat 17 Mei 2019, 16:30 WIB

Tuntut Gamelan Dikembalikan, Puluhan Seniman Datangi Kantor Dewan

Amir Baihaqi - detikNews
Tuntut Gamelan Dikembalikan, Puluhan Seniman Datangi Kantor Dewan Puluhan seniman unjuk rasa di Gedung DPRD Surabaya/Foto: Amir Baihaqi
Surabaya - Puluhan pelaku seni tradisional Taman Hiburan Rakyat (THR) menggelar unjuk rasa di DPRD Kota Surabaya. Mereka mengadu terkait penutupan THR dan nasib mereka ke depannya.

Massa dengan menggunakan berbagai pakaian tradisional dan kesenian daerah datang ke DPRD tepat pukul 13.00 WIB. Memasuki area gedung, mereka langsung menggelar berbagai pertunjukan kesenian dan berorasi.

"Berikan hak kami saja. Supaya kita bisa mengenalkan kesenian kepada anak-anak generasi kita. Pihak pemkot jangan asal mengambil gamelan dan mengunci gedung," kata salah seorang orator, Jumat (17/5/2019).


Selain dengan kesenian, massa juga membawa sebuah keranda mayat dan menggelar berbagai poster penolakan atas penyegelan THR. Berbagai poster itu mengecam Pemkot Surabaya dalam hal ini Dinas Pariwisata yang telah mengambil alat musik dan menyegel THR.

Berbagai poster itu antara lain bertuliskan 'Disparta kau arogan diktator, kau tak punya naluri, kau ambil gamelan tanpa prosedur. Kembalikan, itu milik rakyat'. 'Seniman tradisi akan dibunuh pelan-pelan', 'THR aset Surabaya kok mau dijadikan kuburan'. 'Kami seniman ora mikir duit', 'Bapak-bapak DPR kembalikan fasilitas kami', 'Biarkan anak cucu kami lebih mengenal seni' dan 'Kami hanya seniman yang ingin tetap eksis'.


Mendengar keramaian di depan gedung, Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji menemui massa dan mempersilahkan sejumlah perwakilan seniman menyampaikan aspirasinya.

"Monggo kalau mau menyampaikan aspirasinya di gedung DPRD Surabaya. Karena itu biar kita tahu persoalan seperti apa akan kita buka di forum agar bisa disampaikan aspirasinya," ujar Armuji.

Dari pantauan detikcom, sambil menunggu sejumlah perwakilan mereka menuju ruang komisi D menyampaikan aspirasinya, beberapa seniman yang ada di luar gedung kemudian menggelar ludruk. Tak hanya itu, mereka juga menyuguhkan tari remo serta wayang orang dan seni ketoprak.
(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed