DetikNews
Kamis 16 Mei 2019, 14:53 WIB

Diduga Bangkrut, KUD di Banyuwangi Tak Bisa Bagikan Miliaran Uang Nasabah

Ardian Fanani - detikNews
Diduga Bangkrut, KUD di Banyuwangi Tak Bisa Bagikan Miliaran Uang Nasabah Ratusan Nasabah mendatangai Balai Desa Sraten/ Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - KUD Trijaya Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi kolaps. Ratusan anggota mendatangi Balai Desa Sraten menuntut hak.

Pertemuan antara pengurus KUD dan anggota yang difasilitasi Kepala Desa Sraten Arief Rahman Mulyadi berlangsung panas. Para anggota sekaligus nasabah umumnya tak sabar untuk mendapatkan uangnya kembali.

Pemicu lain, para anggota kecewa uang tabungannya tak bisa dicairkan seperti kabar yang diterima sebelum pertemuan. Harapan warga dari beberapa desa di Kecamatan Cluring pupus setelah mendengar jawaban pengurus yang kurang memuaskan.

Menurut seorang pengacara Subagyo, 11 nasabah yang menjadi kliennya mengalami kerugian Rp 2,2 miliar lebih. Selama ini para anggota tidak diajak Rapat Akhir Tahun (RAT) untuk mengetahui kemana uang KUD Trijaya yang selama ini dikelola pengurus.

"RAT tahunan tidak ada, kami tidak pernah diajak rapat," kata Subagyo kepada wartawan, Kamis (16/5/2019).

Dari 11 klien, mereka terdaftar sebagai nasabah Tabungan Simpanan Siagama serta Tabungan Berjangka Santika. Subagyo berharap akan ada audit keuangan.


"Kalau ada audit kan transparan," imbuhnya.

Bangkrutnya KUD Trijaya mengejutkan para nasabah plus anggota. Padahal KUD yang terletak di utara kantor Desa Sraten itu dulunya dikenal berjaya dan memiliki aset tabungan lebih dari Rp 50 miliar.

Berdasarkan pengakuan Bendahara KUD Trijaya, Bronto Hadi, bangkrutnya KUD dipicu isu koperasi yang dia kelola bersama pengurus lain mengalami kebangkrutan. Kabar yang cepat meluas ini mengakibatkan penarikan uang tabungan secara besar-besaran.

"Mulai Oktober 2018 sudah terjadi penarikan besar-besaran. Dana sudah habis dibagi kepada nasabah. Ada pembagian kecil-kecilan karena ada pemasukan dari beberapa unit," kata Bronto di hadapan nasabah di Balai Desa Sraten.

Menurut Broto, Rapat Akhir Tahun (RAT) terakhir kali digelar pada 17 Januari 2018. Itupun untuk pembukuan 2017. Untuk pembukuan 2018 belum digelar RAT.

"Saat itu disepakati pembentukan tim penjualan aset menghentikan tabungan serta penutupan bunga," bebernya.


Jumlah nasabah KUD Trijaya sebanyak 5.311 dengan nilai tabungan kurang lebih Rp 64 miliar lebih. Rinciannya Rp 56 miliar Tabungan Simpanan Siagama dan Tabungan Berjangka Santika Rp 8 miliar lebih.

"Aset yang dijual memang sudah laku. Tapi dananya belum dibayar oleh pembeli, baru uang muka. Andai sudah dibayar pun uangnya tak akan cukup untuk menutup tabungan nasabah. Ada saran agar uang pembayaran disimpan dulu, kami menolaknya. Sebab nasabah butuh," kata Bendahara KUD Trijaya.

Kades Sraten Arif Rahman mengaku pernah ditunjuk sebagai Ketua Tim Penjualan Aset. Aset tidak laku lantaran permintaan pengurus nilai jualnya terlalu tinggi.

"Dulu aset di Siliragung ditawar 20 miliar. Lha sekarang hanya laku 3 miliar. Berarti hilang yang 17 miliar," papar Kades Rahman.

Rahman menambahkan, total aset KUD yang hendak dijual ada 15 macam dengan nilai keseluruhan sekitar Rp 84 miliar. Itu sesuai data yang diterima pada awal 2019.

"Saya diangkat tanpa SK dari koperasi, hanya lisan saja," pungkasnya.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed