DetikNews
Rabu 15 Mei 2019, 20:15 WIB

Tuduh KPU Surabaya Tak Adil, PAN Lapor Bawaslu

Amir Baihaqi - detikNews
Tuduh KPU Surabaya Tak Adil, PAN Lapor Bawaslu Ketua DPD PAN Surabaya Hafid Suadi. (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya - Partai Amanat Nasional (PAN) melaporkan KPU Kota Surabaya ke Bawaslu. PAN menilai KPU telah tidak adil dalam tugas dan fungsinya sebagai penyelenggara pemilu.

"Kami melaporkan bahwa KPU tidak melakukan selaku penyelenggara yang adil sebagai tugas dan fungsinya bahwa dia harusnya selaku penyelenggara harus adil," kata Ketua DPD PAN Surabaya Hafid Suadi kepada detikcom, Rabu (15/5/2019).

Hafid menjelaskan laporan ke KPU didasarkan karena hasil perbaikan di tingkat TPS dari proses pencatatan pemungutan suara tidak disampaikan ke pihak saksi partai di tingkat kecamatan hingga kota. Sehingga mengakibatkan potensi dugaan pelanggaran oleh KPU dan jajarannya.


"Berkaitan C1 awal saja sudah bermasalah. Ketika itu ada penambahan dan itu dampaknya walaupun dibuka plano tapi kenyataan tidak diberitahukan akar permasalahan di tingkat bawahnya. Sehingga apa di situ terjadi penggelembungan C1 ke DAA itu maupun di A1-nya," terang Hafid.

"Yang jelas ke penyelenggara sama sampai tingkat bawah PPS. Karena itu ada perbuatan yang masif dan terencana ketika kita omongkan TPS itu menambahi dan itu bukan faktor kesengajaan. Terus itu kami laporan awal-awal itu buka plano tapi tidak dilakukan dengan sempurna sehingga dampaknya seperti itu," lanjutnya.

Sedangkan untuk potensi dugaan pelanggaran yang dilakukan KPU, lanjut Hafid, ada empat kecamatan yang dilaporkan ke Bawaslu. Kecamatan itu yakni Sukolilo, Wonocolo, Gayungan, dan Sukomanunggal.

"Saya melaporkan di Sukolilo sama Wonocolo yang berikutnya ada Gayungan dan Sukomanunggal. Dan seharusnya di dapil 3 itu PAN itu dapat (kursi) tapi karena di PAN itu (suara) stagnan nggak naik karena ada terjadi pengurangan," tandas Hafid.


Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kota Surabaya Usman mengaku telah menerima kelengkapan berkas barang bukti dari pelapor. Namun pelapor ingin memaksimalkan lagi dengan menambahkan barang bukti lagi.

"Prosesnya ya secepatnya. Kemarin itu kan sudah melapor tapi barang buktinya belum lengkap. Nah saat ini sudah dilengkapi semua barang buktinya. Nah, dari situ akan kita dalami dan akan kita jadwalkan untuk klarifikasi pada pihak pelapor maupun terlapor. Insyaallah dalam waktu dekat akan kita adakan sidang klarifikasinya," tandas Usman.
(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed