DetikNews
Rabu 15 Mei 2019, 03:53 WIB

Pesantren Lansia di Jombang, Wadah Para Paruh Baya Beribadah Saat Ramadhan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Pesantren Lansia di Jombang, Wadah Para Paruh Baya Beribadah Saat Ramadhan Para lansia sedang membaca Alquran (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang - Saat mencapai lanjut usia (lansia), mayoritas orang memilih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tak terkecuali selama bulan suci Ramadhan. Oleh sebab itu, pesantren lansia di Jombang menjadi wadah mereka untuk fokus beribadah.

Pesantren lansia ini berada di Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang. Selama bulan Ramadhan, puluhan lansia dari berbagai daerah di tanah air menginap di tempat ini. Tak hanya fokus beribadah, para santri lansia juga diberi wawasan hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Seperti yang dilakukan Suwarti (63), santri lansia asal Kebumen, Jabar. Dia mengaku sudah bertahun-tahun mengikuti pesantren lansia di PP Darul Ulum. Sebab di rumah, dia hidup seorang diri.

Ketiga anaknya sudah hidup mandiri. Keberadaan pesantren ini dia ketahui dari anak tetangganya yang pernah mondok di PP Darul Ulum.

"Keinginan saya menambah keimanan, ketaqwaan dan keihlasan serta pengalaman juga," kata Suwarti kepada wartawan di lokasi, Selasa (14/5/2019).

Sama halnya dengan Rukhoyah, santri lansia asal Krian, Sidoarjo. Dia datang ke PP Darul Ulum sejak sebelum Ramadhan. Nenek 70 tahun ini berencana pulang pada H-3 lebaran. Menjadi santri lansia rutin dia lakukan setiap tahun selama Ramadhan.

"Di usia lansia saya ingin memperbanyak ibadah, mendekatkan diri kepada Allah SWT. Saya berharap rahmat, barokah bebas dari neraka selama bulan Ramadhan ini," ujarnya.


Foto: Enggran Eko Budianto


Kegiatan di pesantren lansia diisi dengan berbagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Mulai dari mengaji kitab-kitab Islam, belajar membaca Alquran dan tadarus, tahlil, hingga pengajian dari pengasuh pesantren.

Pengasuh PP Darul Ulum KH Cholil Dahlan menjelaskan, pesantren lansia merupakan lembaga yang diselenggarakan pesantrennya. Sesuai dengan namanya, pesantren ini menampung para lansia, khususnya jemaah Thareqat Qodiriyah Wan Naqsabandiyah.

Menurut Kiai Cholil, jumlah santri pesantren lansia Ramadhan tahun ini 142 orang. Mereka datang dari berbagai daerah di tanah air. Rata-rata para santri lansia berusia 60-70 tahun. Bahkan ada santri yang usianya sudah 107 tahun.

"Dari berbagai wilayah, sampai derah Papua dua orang. Aslinya dari Grobogan, Jateng, tapi tinggal di Sorong. Mereka rata-rata dipondokkan anak-anaknya," terang Kiai Cholil.

Di luar bulan Ramadhan, kata Kiai Cholil, para santri lansia rutin mengaji di pondoknya setiap hari Kamis. "Khusus puasa, mereka ingin lebih intensif, supaya zikir dan ibadahnya berjalan dengan baik, mereka tinggal di sini 15-20 hari," ungkapnya.

Selama di pesantren lansia, para santri fokus mengikuti berbagai ibadah. Mulai dari tadarus Alquran, pengajian fiqih Islam, hukum jual beli, pengajian tentang aqidah Islam, hingga zikir intensif Thareqat Qodiriyah Wan Naqsabandiyah.

"Harapan kami mereka pulang membawa amalan istiqomah sehingga mudah ditangkap anak dan cucunya," tandas Kiai Cholil.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed