detikNews
Selasa 14 Mei 2019, 19:21 WIB

Risma Sampaikan Kabar Gembira Saat Bukber di Eks Kawasan Lokalisasi

Amir Baihaqi - detikNews
Risma Sampaikan Kabar Gembira Saat Bukber di Eks Kawasan Lokalisasi Wali Kota Risma dalam acara buka puasa bersama/Foto: Amir Baihaqi
Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismharini kembali mengadakan buka puasa bersama warga. Kali ini Risma buka bersama di eks kawasan lokalisasi Tambak Asri, Morokrembangan.

Dalam kesempatan itu, Risma juga menyampaikan berita gembira bahwa ia telah bertemu Presiden Jokowi. Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan persoalan sertifikasi tanah di Tambak Asri yang bersengketa dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Jadi ini saya bersama warga sudah berjuang tanah ini agar bisa dimiliki oleh warga. (Dulu) sudah hampir goal tapi ada surat dari BPWS (Badan Pengembangan Wilayah Suramadu) bahwa itu tanahnya PU," kata Risma usai berbuka dengan warga di Masjid At Taqwa, Tambak Asri, Morokrembangan, Selasa (14/5/2019).


Risma menambahkan, Pemkot sebenarnya sudah berkali-kali bersurat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan sudah disetujui. Namun, pada perkembangannya ada bantahan dari pihak BPWS.

"Dari BPN sudah tanda tangan terus saya kirim ke BPN sini untuk proses. Tapi kemudian ada bantahan dari BPWS. Nah, kemudian kapan hari saya diundang pak presiden di istana Bogor. Terus ditanyain bupati dan wali kota apa yang dibutuhkan saya hanya minta satu inget warga sini," tambah Risma.

Kesempatan itu rupanya tidak dilewatkan Risma untuk menyampaikan apa yang dibutuhkan warga Morokrembangan. Alhasil presiden kemudian menyetujui untuk sertifikasi massal.


"Saya jelaskan yang di sini nggak sampai 10 atau 20 hektare tapi ditempati oleh ribuan KK. Saya minta ke Pak Presiden 'ya Bu Risma kenapa nggak menyampaikan kemarin' dan langsung disampaikan ke BPN. Prinsipnya BPN sudah tidak masalah terus saya akan menghadap PU untuk tindak lanjut," kata mantan Kepala Bappeko itu.

Meski begitu, Risma tidak menjamin sertifikasi tanah bisa rampung dalam tahun ini. Sebab, pengurusannya memang sulit. Itu juga belum dengan ruwetnya proses pengukuran tanahnya.

"Mudah-mudahan tahun ini bisa tapi ini memang sulit, ruwet ngukurnya maksudnya proses pengukurannya. Saya berharap warga ini kan banyak yang tidak mampu. Kalaupun tahun ini tidak bisa tahun depan sudah bisa selesai ngurus sertifikasi massal yang tanpa bayar itu," pungkas Risma.


Simak Juga 'Raut Duka Keluarga KPPS yang Meninggal saat Dikunjungi Risma':

[Gambas:Video 20detik]


(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed