DetikNews
Selasa 14 Mei 2019, 18:27 WIB

Jadi Tempat Mesum, 48 Warung di Madiun Ditutup Paksa Selamanya

Sugeng Harianto - detikNews
Jadi Tempat Mesum, 48 Warung di Madiun Ditutup Paksa Selamanya Satpol PP menyegel warung yang sediakan layanan prostitusi (Foto: Sugeng Harianto)
Madiun - Satpol PP Kabupaten Madiun bersama Bupati menutup 48 warung yang diduga menyediakan tempat mesum. Selain ditutup, 48 warung di Desa Pajaran Kecamatan Saradan itu juga dilakukan penyegelan dan garis pembatas.

"Warung ini nekat buka saat puasa dan diduga menyediakan tempat untuk prostitusi atau mesum," ujar Bupati Madiun Madiun H. Ahmad Dawami kepada wartawan di lokasi Selasa sore (14/5/2019).

Penutupan dan penyegelan warung yang berada di tanah milih PT KAI Daop 7 Madiun itu, kata Kaji Mbing sapaan akrab Bupati Madiun, bertujuan agar para penghuni tidak dapat kembali melakukan bisnis prostitusi di lokasi tersebut. Bahkan saat berlangsung penutupan itu lanjut Kaji Mbing ditemukan sepasang pria dan wanita sedang keluar dari dalam bilik kamar.


"Tadi ada laporan ditemukan sepasang pria dan wanita yang baru keluar dari kamar. Setelah dicek identitasnya sang pria berdomisili di Kabupaten Blitar sedangkan yang Wanita berasal dari Nganjuk. Kedua orang tersebut diperintahkan untuk meninggalkan lokasi dan untuk identitas diamankan oleh Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan proses lebih lanjut," ujarnya.

Sementara itu Kabid PPHD Satpol PP Eko Budi Hastanto mengatakan bahwa penutupan dan Penyegelan lokasi ini adalah tindak lanjut dari Perintah Bupati Madiun. Hal ini juga sekaligus penegakan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaran Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

"Itu atas perintah Bupati dan setelah dilakukan Penutupan dan Penyegelan terhadap warung-warung tersebut selanjutnya untuk pengawasan dan Pengendalian dilimpahkan oleh Bidang Penegak Produk Hukum Daerah (PPHD) Kepada Seksi Operasional dan Pengendalian (Opsdal)," ujarnya.


Eko menjelaskan pasca penutupan 48 warung yang digunakan unntuk mesum tersebut pihaknya akan terus melakukan patroli dan monitoring. "Diharapkan untuk para pemilik warung segera mengemasi barang-barang yang ada dan selanjutnya melakukan pengosongan lokasi," tandas Eko.

Setelah melakaukan penyegelan ke 48 rumah, kemudian PLN UPJ Nganjuk melakukan pemutusan aliran listrik ke rumah-rumah tersebut, bermaksud agar tidak rumah tidak disalahgunakan kembali.



Tonton juga video Adab Bertetangga dengan Non Muslim:

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed